BeritaKaltim.Co

Samarinda Sudah Jadi 10 Kota Layak Huni di Indonesia

BERITAKALTIM.CO-Usaha untuk mensejahterakan masyarakat di Samarinda, terus dilakukan Pemkot Samarinda yang berada di bawah kepemimpinan Andi Harun dan Rusmadi Wongso, dengan berbagai program kerja yang diandalkan salah satunya adalah Program Probebaya, hingga menobatkan Kota Samarinda sebagai 10 besar kota layak huni di Indonesia.

“Tahun ini, Samarinda, sejak berdiri belum pernah masuk Kota Layak Huni. Namun, hari ini Samarinda masuk 10 besar Kota Layak Huni,” kata Wali Kota Samarinda, Andi Harun, di Kecamatan Sungai Kunjang saat melakukan peninjauan program Probebaya, Selasa (5/12/2023) lalu.

Keberhasilan ini merupakan yang pertama kalinya berhasil diraih Samarinda, sejak kepemimpinan Andi Harun-Rusmadi Wongso.

Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta agar pihak terkait bertanggung jawab dalam melaksanakan program probebaya ini. Pasalnya, tak hanya Pemkot Samarinda namun juga diminta turut serta mengawasi.

“Apalagi banyak kabupaten dan kota yang datang ke Samarinda belajar program ini,” ungkap Andi Harun.

Andi Harun mengaku, memang terdapat sejumlah kesulitan dalam penerapannya. Namun, dengan anggaran Rp100 juta untuk 1 RT, maka harus membawa dampak signifikan bagi wilayah itu.

“Kalau sampai setiap tahun enggak bawa perubahan maka pasti ada yang salah,” jelas Andi Harun

Probebaya diharapkan dapat meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pemerataan bantuan di Samarinda.

“Saya ingin meningkatkan pemerataan, ini yang kita mau dari probebaya,” tegas Andi Harun

Sementara itu Camat Sungai Kunjang, Leindha Eka Pertiwi menjelaskan Kecamatan Sungai Kunjang menerima bantuan dana dari program probebaya sebesar Rp34,998 miliar. Dari total keseluruhan, dana tersebut sudah terealisasi sebesar 92,2 persen atau setara Rp32,204 miliar.

Per 5 Desember 2023, dana tersebut sudah dialokasikan untuk pembangunan sarana prasarana sekitar Rp21 miliar dan pemberdayaan masyarakat sekitar Rp13 miliar.

“Adapun untuk pengadaan infrastruktur ada 312 kegiatan, pemasangan cctv 120 titik, perbaikan drainase serta perbaikan jalan di 32 lokasi,” jelas Leindha Eka Pertiwi.

Termasuk perbaikan dua posyandu, pengadaan 67 unit tenda, pembangunan gapura di 21 titik, pengadaan 750 unit kursi plastik, serta pengadaan empat mesin hidrolik.

Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat, dana tersebut digunakan untuk membiayai BPJS bagi 1.338 orang, pembagian perlengkapan sekolah untuk 3,765 murid dari TK hingga SMA.

Selain itu, pihaknya pun melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menggunakan dana ini. Seperti berbagai pelatihan menjahit, tata rias, tata boga, kursus mengemudi, desain grafis, video, pemberdayaan disabilitas dan lansia, serta sosialiasi antisipasi kebakaran.#

Editor: Hoesin KH|Adv|Diskominfo Samarinda

Leave A Reply

Your email address will not be published.