BeritaKaltim.Co

Proyek Bendungan Marangkayu Terkendala Tumpang Tindih Lahan

BERITAKALTIM.Co-Proyek pembangunan bendungan yang ada di Desa Sebuntal dan Desa Bunga Puitih Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, sepertinya terkendala, karena adanya tumpang tindih lahan antara masyarakat dengan HGU (Hak Guna Usaha) PT Perkebunan Nusantara XIII.

Persoalan tersebut mencuat saat Komisi I DPRD Kaltim, melaksanakan Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan DKP Kukar, BPN Kukar, BWS Kaltim IV, Dispertaru Kukar, Distanak Kukar dan warga masyarakat perwakilan dari Desa Sebuntal dan Desa Bunga Putih.

RDP yang digelar di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim dipimpin langsung Ketua Komisi I Baharuddin Demmu, Kamis (28/12/2023) berlangsung lancar.

Diungkapkan Baharuddin Demmu dalam RDP tersebut mencuat hal yang menarik, ternyata HGU PT PN XIII sudah tidak berlaku lagi alias mati sehingga tidak mempunyai legalitas.

“Seharusnya PT PN XIII tidak mempunyai legalitas lagi, namun menurut Kepala BPN Kukar ada aturan yg mengatur, karena itukan aset yang dimiliki oleh tiga kementerian yaitu Kementerian keuangan, Pertanian dan Agraria dan ini yang akan coba di komunikasikan kembali” kata Baharuddin Demmu.

Lebih lanjut politikus daerah pemilihan (dapil) Kutai Kartanegara, ini menyampaikan bahwa warga masyarakat Desa Sebuntal dan Desa Bunga Putih berharap bahwa lahan yang tidak ada masalah untuk segera dilakukan pembayaran.

“Warga meminta yang sudah clear and clean sekitar 800 petak harus secepatnya dibayar, dan dari pihak BWS (Balai Wilayah Sungai) Kalimantan IV mengatakan akan melakukan pembayaran paling lambat satu bulan setelah data masuk, jadi kita meminta kepada BPN untuk secepatnya mengirimkan data kepada BWS K IV,” ungkap Baharuddin Demmu.

Ditekankan Baharuddin Demmu, dari 1.300 petak ada sekitar 400 petak yang tumpang tindih oleh tiga perusahaan yaitu PHSS, KALPATARU dan PN XIII.

“Nanti akan kita panggil dan dirapatkan kembali, termasuk LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara) untuk mencari titik temu, karena menurut warga proses pembayarannya sangat lambat,” tegas Baharuddin Demmu.#

Reporter : Yani

Leave A Reply

Your email address will not be published.