BeritaKaltim.Co

Tekad Besar Kutai Kartanegara Songsong IKN

BERITAKALTIM.CO-Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur membuat sebagian masyarakat Indonesia terhenyak kaget, sebab pembangunan smart city yang digagas Presiden Joko Widodo, hingga 2045 mendatang, sebagian besar wilayah yang digunakan IKN berada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Proyek pembangunan IKN yang sangat prestisius tersebut, tak urung membuat Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) langsung bebenah dan melakukan terobosan-terobosan baru, agar keberadaan IKN bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kukar, hingga masyarakat Kukar semakin sejahtera dan maju dalam menata hidup kehidupan mendatang.

Pemkab bersama DPRD Kukar langsung bergerak dan bertekad membawa masyarakat Kukar merasakan akan arti keberadaan IKN, berbagai upaya dilakukan Pemkab Kukar, termasuk menyiapkan RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) hingga tahun 2045 mendatang.

“RPJPD pada prinsipnya adalah konsensus seluruh masyarakat Kutai Kartanegara, yang akan ditindaklanjuti oleh seluruh Kepala Daerah melalui Visi dan Misi pada masa periode kepemimpinan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono membacakan sambutan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah di Ruang Serbaguna Kantor Bappeda, Tenggarong, akhir Desember 2023 lalu.

Sunggono mengapresiasi seluruh masyarakat Kukar yang telah menjaga kondusifitas daerah dalam proses pembangunan masa periode RPJPD 2005-2025, yang kita ketahui bersama akan sebentar lagi berakhir.

“Proses pembangunan 20 tahun yang kita lalui bersama, tentunya menjadi pondasi dan sekaligus pembelajaran bagi kita semua untuk melangkah dan melompat lebih jauh pada periode 2025-2045. Sebagai refleksi empat periode jangka menengah daerah yang kita laksanakan, banyak hal yang telah kita perbuat, dengan segala keterbatasan dan permasalahan yang kita hadapi,” lanjut Sunggono.

Kabupaten Kutai Kartanegara, ungkap Sunggono bertransformasi menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera, namun kita akui bersama pembangunan merupakan suatu proses gradual, sehingga masih terdapat titik-titik lemah yang perlu kita perbaiki dan sempurnakan dalam rangka mengawal konsistensi pembangunan, yang berorientasi pada penciptaan peradaban dan kehidupan masyarakat yang lebih manusiawi dan harmoni.

Dijelaskan Sunggono, Kukar merupakan salah satu daerah otonom dengan karakteristik perekonomian yang didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian, 70,77 persen struktur ekonomi diperoleh dari sektor ekstraktif.

“Hal ini tentunya menjadi anugerah dan sekaligus tantangan bagi kita semua, oleh karenanya kita harus dapat memastikan potensi sumber daya alam yang kita miliki benar-benar dapat memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kukar,” tegas Sunggono.

Perencanaan yang komprehensif dan disertai dengan dukungan dan komitmen oleh seluruh elemen masyarakat, Pemkab meyakini potensi sumber daya alam yang dimiliki Kukar dapat memberikan manfaat yang sangat luar biasa.

Di satu sisi disadari bahwa sumber daya manusia dan layanan infrastruktur dasar menjadi prasyarat utama dalam pencapaian pertumbuhan dan pembangunan yang inklusif, dan sebagaimana kita ketahui, kondisi faktual di Kutai Kartanegara dua bidang pembangunan tersebut masih menjadi perhatian kita bersama.

“Untuk itu kita semua harus dapat bekerja lebih keras, lebih fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing, dan penyediaan layanan infratsruktur dasar yang adaptif, fungsional dan ramah lingkungan,” tegas Sunggono.

Pemkab Kutai Kartanegara menyadari, bahwasanya sumber daya alam yang selama ini menunjang pembangunan daerah, ditahun-tahun mendatang akan habis, dan karena itu Pemkab Kukar berusaha mencari jalan alternatif, bahwa pembangunan terus akan berjalan sesuai RPJPD, sektor pertanian dalam artian luas menjadi salah satu program unggulan, sehingga di masa depan, Kabupaten Kukar menjadi salah satu pemasok utama pertanian bagi keberadaan IKN.

“Masih banyak lahan yang ada di Kukar yang belum digarap. Namun untuk tahun-tahun mendatang, lahan yang ada itu akan diusahakan sedemikian rupa oleh Pemkab Kukar menjadi lahan yang produktif dan bisa mengangkat harkat hidup masyarakat Kukar,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Taufik dalam wawancara langsung dengan BERITAKALTIM.CO beberapa waktu lalu.

Kutai Kartanegara yang wilayahnya sangat luas mencapai 27.000 Km2 lebih, merupakan wilayah yang sangat potensial, masih banyak lahan yang belum digarap, sehingga pihak Pemka Kukar melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terus berupaya meningkatkan produk pertanian sesuai RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah), sebagai lumbung pangan Kaltim yang berkualitas.

Tantangan untuk meningkatkan pembangunan di sektor pertanian, terus dilakukan dan dijalankan Pemkab Kukar, termasuk memberikan bantuan peralatan pertanian seperti Cultivator, power theresher, hand tracktor, pompa air, alat tanam, penggilingan padi, alat tanam jagung (Rolling Sedder), Combine Harvest, Excavator Mini, Green House, Handsprayer, hand traktor Rotari, Traktor roda 4, mesin potong rumput, pompa air, serta tentu saja pupuk NPK, bibit buah dan lain sebagainya.

Saat ini sektor pertanian, terutama padi di titik beratkan pada intensifikasi, sehingga produksi padi bisa meningkat tajam.

”Ke depan untuk meningkatkan indeks pertanian dari 1,67 ke 3 terus dilakukan Pemkab Kukar, selama ini hasil produk pertanian masih berkisar 40 persen untuk memasok kebutuhan Kaltim. Nantinya akan ditingkatkan menjadi 60 persen atau bahkan 80 persen pasokan kebutuhan padi di Kaltim akan dipasok Kukar,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik.

Untuk mencapai keinginan tersebut, lanjut Muhammad Taufik, Pemkab Kukar telah melakukan berbagai jalan atau kegiatan yang dapat mendukung rencana tersebut, diantaranya melakukan pembenahan infrastruktur, seperti jalan pertanian, jalan wilayah dan sebagainya yang terintegrasi dan akan mendukung lancarnya pemasaran hasil produk pangan yang ada.

“Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perumahan dan Pemukiman serta Dinas Pekerjaan Umum melakukan pertemuan untuk menyamakan persepsi, sehingga saat adanya kegiatan yang berkaitan untuk peningkatan produk pertanian maka semuanya sudah menyatu dan tinggal jalan saja, tidak ada lagi persoalan yang mendasar, semuanya sepakat demi kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara,” jelas Muhammad Taufik.

Apa yang dilakukan Pemkab Kukar, ungkap Bupati Kukar Edi Damansyah tak lepas dari program kerja Pemkab Kukar yang dijabarkan melalui Kukar Idaman, sehingga semua sektor yang ada di Kukar merasakan manfaatnya.

“Apalagi tahun 2024 Ibu Kota Negara (IKN) akan pindah ke Penajam Paser Utara (PPU), maka Pemkab Kukar sebagai mitra IKN berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar pada tatanan yang lebih makmur,” tegas Edi Damansyah.

Kesamaan pandangan dan keinginan kerja keras yang dilakukan Pemkab Kukar di bawah kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin bersama DPRD dalam membawa masyarakat Kukar sejahtera dan makmur, tinggal menunggu waktu.

Terlebih lagi Pemkab Kukar juga telah menyiapkan RPJPD hingga 2045, kedepannya pemimpin yang akan datang, tidak lagi akan bersusah payah. Semuanya telah termaktub dalam RPJPD Kukar. Tinggal bekerja agar hidup kehidupan masyarakat sejahtera, makmur dan bahagia.#

Editor: Hoesin KH

Leave A Reply

Your email address will not be published.