BeritaKaltim.Co

Atap Bangunan Ruko Tiga Lantai Ambruk Menimpa Dua Mobil

BERITAKALTIM.CO- Atap lantai tiga sebuah bangunan Ruko Bandar, di Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ambruk menimpa dua mobil yang sedang parkir.

Menurut keterangan Bhabinkamtibmas Klandasan Ulu, Aiptu Parman, kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.00 Wita.

“Tiba-tiba saja teras lantai tiga bangunan ruko ini ambruk menimpa dua mobil yang terparkir di bawahnya,” ujar Bhabinkamtibmas Klandasan Ulu, Aiptu Parman, di lokasi kejadian, Kamis (4/1/2024).

Saat kejadian cuaca sedang cerah dan tidak ada angin kencang atau hujan. “Jadi tidak ada angin, tidak hujan, tiba-tiba roboh dari atas,” ujar Parman.

Parman menyampaikan, dua mobil yang tertimpa bangunan tersebut adalah milik pengunjung rumah makan yang ada di lokasi tersebut. Dan saat itu, para pemiliknya sedangkan makan siang.

“Dua mobil yang tertimpa atap bangunan kafe tersebut adalah Honda HR-V dan Mitsubishi Pajero,” ucapnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pemilik mobil yang tertimpa atap bangunan kafe tersebut meminta kompensasi dari pemilik atau pengelola bangunan.

“Untuk mobil Honda HR-V, bagian depannya mengalami rusak parah, kacanya pecah dan bagian depannya penyok, sedangkan mobil Mitsubishi Pajero bagian atapnya rusak,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik bangunan kafe masih berada di Jakarta dan belum bisa dikonfirmasi.

“Pemilik bangunan sementara masih di Jakarta, mungkin sekitar tanggal 12 Januari ini baru datang ke Balikpapan. Karena yang punya mobil juga minta kompensasi dari pemilik atau pengelola,” ungkapnya.

Parman menambahkan,pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab robohnya atap bangunan kafe tersebut.

Dirinya menduga, atap tambahan yang ambruk ini dibuat oleh pengelola tanpa sepengetahuan pemilik bangunan menjadi faktor utamanya.

“Informasi yang saya dapat, katanya ini tidak boleh ditambah (atap). Tapi dari pihak pengelola ditambah tanpa sepengetahuan pemilik,” jelasnya.

Parman menjelaskan, bangunan yang bagian terasnya ambruk ini, sudah lama tidak digunakan lagi karena bangunan yang digunakan sebagai café ini sudah lama tutup atau tidak beroperasi.

“Sudah hampir 2 tahun cafenya sudah tidak beroperasi, kalau tidak salah sewa bangunannya sudah habis,” ungkapnya.

Parman berharap, masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan antara pemilik mobil dan pemilik atau pengelola bangunan kafe.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap bangunan-bangunan yang sudah tua atau tidak terawat,” tutupnya. #

Reporter; thina | Editor: Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.