BeritaKaltim.Co

Buaya Riska Bukan Hanya Ikon Bontang tapi Ikonik Dunia

BERITAKALTIM.CO-Adanya Buaya Riska tak bisa dilepaskan dari sosok Pak Ambo, keduanya merupakan realitas dan sudah menjadi ikon serta keduanya menunjukan pada realitas yang ada di dunia.

Ikon menjadi suatu peristiwa yang berlangsung dalam tempo waktu tertentu, karena itu ikon merupakan makna batiniah dari suatu peristiwa.

Ungkapan yang penuh filosofis itu dikemukakan Wali Kota Bontang Basri Rase, saat melakukan peninjauan pembuatan tempat penampungan Buaya Riska dan Pak Ambo, di Keluraha Tanjung Laut Indah Bontang Selatan, Minggu (15/1/2024).

Ditambahkan Basri Rase, signifikansi simbolis dalam ikon lebih penting daripada hanya dipahami secara literal. Ikon mengajarkan kita makna suatu proses, bukan hanya daftar fakta.

“Buaya Riska dan pak Ambo sudah menjadi ikonik dunia, karena memiliki daya tarik tak ada yang sama,” tegas Basri Rase.

Adanya kandang penampungan Buaya Riska di Bontang mengembalikan magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bontang.

Walikota Bontang Basri Rase menginspeksi langsung ke lokasi penyiapan kandang penampungan sementara buaya Riska yang dikerjakan oleh Tim Masata Kota Bontang (Aguslam sbg Penanggungjawab Tehnik) yang disupervisi oleh BKSDA Kaltim di kawasan konservasi mangrove “Lestari Indah” milik H Ali.

Inspeksi ini dimaksudkan untuk finalisasi kondisi kandang sebelum buaya Riska dikembalikan ke Bontang.

Ada beberapa hal tambahan dari Walikota Bontang yang perlu dipersiapkan berkenaan faktor teknis menyangkut keamanan dan kenyamanan, bukan hanya bagi pengunjung tapi juga untuk buaya Riska.

Basri Rase berharap dengan adanya ikon yang mendunia di tengah masyarakat Bontang, adanya kandang penampungan sementara buaya Riska berdampak mensejahterakan warga sekitar dan masyarakat pada umumnya, melalui destinasi ikonik wisata dunia yang hanya ada di Kota Bontang, Provinsi Kaltim, IKN Nusantara.#

Editor: Hoesin KH

Leave A Reply

Your email address will not be published.