BeritaKaltim.Co

Pemkot Balikpapan, Kukar Dan PPU Menandatangani Dokumen Kesepakatan Pemenuhan Air Bersih

BERITAKALTIM.CO- Pemkot Balikpapan, Pemkab Kukar dan Pemkab PPU (Penajam Paser Utara) menandatangani dokumen kesepakatan tentang Kerjasama Antar Daerah Dalam Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Bagi Masyarakat, Kamis (8/2/2024).

Penandatangan kesepakatan (sistem pengelolaan air minum) SPAM Regional itu dilakukan Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, Bupati Kukar diwakili Plt. Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wiyono.

Momen untuk pengadaan air baku ini juga disaksikan Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh, pimpinan DPRD sertaTurut mendampingi para Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Perumda Air Minum Danum Taka PPU dan Perumda Tirta Mahakam Kutai Kertangera.

Wali Kota Rahmad Mas’ud mengatakan kerjasama ini wujud kepedulian untuk menyiapkan air baku bagi PTMB kedepanya.

“Bentuk konsorsium kita itu menjami air kedepannya. Inikan kerjasama, secepat-cepatnya,” ujar Rahmad usai mengikuti rapat paripurna istimewa, di Hotel Grand Tjokro, Kamis (8/2/2024).

Dirut PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan langkah awal tiga daerah ini Balikpapan, PPU dan Kukar untuk memulai mengadakan pembuatan SPAM Regional memanfaatkan air dari sungai Mahakam.

“Ya pertama ini sangat menarik karena kita memanfaatkan air dari Mahakam dengan kerjasama tiga daerah artinya kita sharing biaya, sharing resiko dan sharing pengelolaan,” ujarnya usai menghadiri Paripurna HUT Kota.

“Ini seru dan ini kalau bisa ditarik 5000 liter perdetik dari sana maka kekurangan air dapat 1000 liter saja itu sudah cukup target kita mengaliri air utnuk seluruh masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Yudhi, pihaknya sudah menggelar rapat pendahuluan yang membahas soal kekuranga/defisit dari masing-masing daerah, lalu diidentifiksi sumber air yang diambil diputuskan dari Sungai Mahakam.

Litbang kabupaten kota, litbang provinsi alhamdulillah semua setuju dan suppor supaya program bisa segera dijalankan. Ini masalah hajat orang banyak,” katanya.

Provinsi katanya dilibatkan karena mereka yang memiliki wilayah kordinasi. Karena itu hasil kesepakatan 3 daerah ini akan dijadikan acuan untuk didorong ke provinsi dan pusat mensupport program pembangunan SPAM regional.

“kita butuh provinsi untuk mensupport ke Jakarta untuk sgera merealisasikan program ini. Dulu pernah tapi terkendala pembebesan lahan. Saat ini tol sudah ada jadi kita lewati itu,” ucapnya.

Pihaknya akan kembali merapatkan program ini bersama untuk melakukan kajian diantara anggaran atau studi kelayakan.

“Samarinda dia punya sungai tapi dia mau support. Kalau biaya ya tiga wilayah ini. Lebih baik ambil disana daripada dari sumur,” tambahnya.

Sementara posisi Badan Wilayah Sungai (BWS) ikut mensupport bahkan meminta program ini harus memasukan kebutuhan air untuk IKN. “karena sebagaian daerah IKN kita liwati. Semoy saya rasa tidak cukup,” tuturnya.

Program ini jadi andalanya bagi tiga daerah untuk program jangka menengah sehingga bisa dilakukan 2-3 tahun bisa direalisasikan.

“Mudah-mudahan kita butuh dukungan dari pemerintah kalau ini cepat sangat bagus. Perpindahan hadirnya IKN kebutuhan air naik tinggi. Kalau tahun ini pindahan ASN air darimana kita ambil,” tukasnya. #

Reporter: Thina | Editor: Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.