BeritaKaltim.Co

Anggota PAM TPS di Samarinda Meninggal Dunia setelah menyelesaikan tugasnya

BERITAKALTIM.CO -Seorang anggota PAM TPS Pemilu 2024 di Samarinda, Donny Rolano (44) meninggal dunia pada Selasa (20/02/2024) sore hari. Ia bertugas di TPS 70, RT. 37, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Donny menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 20 Februari 2024, sekitar pukul 17.00 WITA setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Istrinya, Dini menceritakan bagaimana awal mula kondisi suaminya setelah menuntaskan tanggung jawabnya menjadi petugas PAM TPS, pada Rabu, 14 Februari 2024 lalu.

“Pulang jam 4 subuh, itu langsung pakai selimut, dan langsung istirahat,” ungkapnya

Dini mengatakan, sudah beberapa hari terakhir sejak kepergian suaminya, Donny enggan untuk makan. Dikatakannya, suaminya tersebut kerap kali muntah jika memasukkan makanan ke mulutnya.

“Kata teman-temannya, pas makan itu sempat muntah,” ucap Dini.

Satu hari setelah pencoblosan, Dini menyebut jika suaminya mengalami sakit tenggorokan, serta dengan kondisi yang kurang fit. Walhasil, ia pun sempat membeli beberapa obat untuk meredakan kondisinya tersebut.

Tak membuahkan hasil, Donny sempat dibawa berobat ke dokter untuk diperiksa kesehatannya. Namun, kondisinya saat itu makin parah.

“Jadi setelah tau kalau makin parah, pak RT langsung menyuruh untuk dilarikan ke Rumah Sakit Hermina,” bebernya.

Donny dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (18/02/2024). Sesampainya disana, ia mendapatkan perawatan intensif dari Rumah Sakit Hermina, di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ilir, Sungai Kunjang, Samarinda.

“Suami saya minta pijit, dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Mau tidur susah, karena cari posisi yang nyaman buat tidur,” tandasnya.

Selama dua hari di rumah sakit, Donny hanya terbaring lemas dan mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit. Dini menjelaskan, suaminya sudah tidak sadarkan diri sekitar pukul 12.00 WITA, Selasa (20/02/2024).

“Jadi sore jam 5, sudah dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit,” pungkasnya.

Dari pengakuan istrinya, Donny memang memiliki penyakit diabetes sebelumnya. Terlebih, dirinya memang kelelahan setelah bertugas menjadi anggota PAM TPS pada hari-H pencoblosan.

“Karena setau saya, orang diabetes tidak boleh capek. Jadi ini baru pertama kali menjadi anggita PAM TPS itu,” tambah Dini.

Kesehariannya, Donny bekerja sebagai satpam di UINSI Samarinda. Istrinya menyebut, Donny memang suka mencoba hal yang baru, salah satunya menjadi anggota PAM TPS Pemilu 2024 tahun ini.

Kendati begitu, Dini mengaku jika proses administrasi rumah sakit dan lain sebagainya, sudah dibantu oleh beberapa pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu. Bahkan, beberapa diantaranya juga sudah memberikan santunan kepada kelurga yang ditinggalkan.

“Dimakamkan tadi pagi jam 10.00 WITA. Biaya berobat kemaren sudah diurus dan gratis. Beberapa pihak juga sudah memberikan santunan,” tutup dini

 

Reporter : Sandi | Editor : Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.