BeritaKaltim.Co

Harga Beras Tembus Rp 16 Ribu per Kilogram, Pedagang dan Konsumen Terpukul

BERITAKALTIM.CO – Harga beras di Pasar Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, melonjak naik hingga Rp 16 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi sejak satu bulan lalu secara bertahap dan mencapai puncaknya pada Jumat (23/2/2024).

Pedagang dan konsumen sama-sama merasakan dampak dari kenaikan harga beras yang cukup tinggi ini. Pedagang mengeluhkan pasokan yang kurang dan panen yang tertunda di wilayah Sulawesi, sementara konsumen mengeluhkan beban biaya hidup yang semakin berat.

Halim (40), salah satu pedagang beras di Pasar Segiri Samarinda, mengatakan bahwa kenaikan ini merupakan yang tertinggi selama ia berjualan beras.

“Ini kenaikannya cukup tinggi, harga beras mencapai Rp 16 ribu per kilogram. Biasanya mentok di Rp 13 ribu, makanya ini kenaikan harga yang cukup tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyebab kenaikan beras ini dikarenakan pasokan yang kurang, serta belum adanya panen raya di wilayah Sulawesi.

“Karena saya ambilnya di Sulawesi, jadi kemungkinan katanya akhir bulan tiga ada panen raya. Kalau tidak ada panen raya, harga beras bisa naik lagi,” jelasnya.

Selama berjualan beras, Halim belum pernah menjual beras premium seharga Rp 16 ribu per kilogramnya. Sehingga, ini merupakan kenaikan yang cukup parah, dan berdampak pada pedagang serta masyarakat yang membutuhkan beras tersebut.

Dari penuturannya, masyarakat sekitar yang membeli beras di toko milik Halim, mengeluhkan adanya kenaikan beras yang melonjak tinggi. Para pedagang pun tidak bisa berbuat apa-apa, mengingat kenaikan ini berasal dari produsen karena kurangnya stok serta panen yang kurang maksimal.

“Masalahnya ada pada stok beras itu sendiri. Yang paling kasihan ke masyarakatnya, karena mereka membutuhkan beras untuk sehari-hari. Apalagi sekarang ini banyak yang terdampak pandemi, penghasilannya menurun, tapi harga beras malah naik,” bebernya.

Dalam hal ini, Halim berharap agar pemerintah bisa menstabilkan harga beras secara normal kembali. Mengingat, beras menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

“Semoga bisa stabil kembali, kemungkinan bisa turun tapi tidak terlalu jauh. Tergantung bagaimana kondisi gabah dan panennya seperti apa nanti. Mudah-mudahan pemerintah bisa mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah ini,” tutupnya. #

Reporter: Sandi | Editor: Wong

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.