BeritaKaltim.Co

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin: Sektor Pendidikan, Pertanian Perlu Lebih Diperhatikan

BERITAKALTIM.CO-Rapat Paripurna ke-3 DPRD Provinsi Kaltim kembali digelar di Gedung Utama B Jalan Teuku Umar Karang Paci Samarinda Senin, (4/3/2024).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, didampingi oleh Wakil Ketua Muhammad Samsun, Seno Aji, dan Sigit Pranowo, dihadiri Sekretaris Dewan, Norhayati Usman, serta Asisten III Pemprov Kaltim, menilai bahwa sektor pendidikan, pertanian perlu lebih diperhatikan.

Agenda rapat kali ini mencakup beberapa poin penting, antara lain:

1.Pengesahan agenda DPRD Provinsi Kaltim masa sidang I tahun 2024.
2.Penyampaian laporan perubahan Propemperda tahun 2024, beserta Raperda di luar Propemperda tahun 2024.
3.Penyampaian laporan akhir hasil reses/aspirasi masyarakat anggota DPRD Provinsi Kaltim masa sidang I tahun 2024.
4.Penyerahan laporan akhir hasil reses/aspirasi masyarakat anggota DPRD Kaltim kepada Pemprov Kaltim.

Hasanuddin Mas’ud menekankan bahwa salah satu agenda utama hari ini adalah menyampaikan hasil reses/aspirasi masyarakat untuk kemudian diserahkan kepada Pemprov Kaltim.

Selain itu, Ketua Propemperda Kaltim, Rusman Ya’kub, juga menyampaikan laporan terkait perubahan Propemperda tahun 2024 dan Raperda di luar Propemperda.

Anggota DPRD Kaltim melakukan reses dengan tujuan utama:

1.Menyampaikan informasi mengenai kinerja DPRD Provinsi Kaltim kepada masyarakat.
2.Menyerap aspirasi masyarakat, serta memahami secara lebih mendalam tentang kondisi sosial dan taraf hidup masyarakat.
3.Memperhatikan peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada meningkatnya tingkat kemiskinan, kriminalitas, dan pengangguran.
4.Menyoroti perbaikan drainase dan semenisasi sebagai upaya mencegah banjir, yang menjadi perhatian utama dari DPRD Kaltim.

“Beberapa permasalahan yang menjadi pertanyaan dari masyarakat, diantaranya adalah kurangnya sosialisasi mengenai program Bea Siswa Kaltim Tuntas, yang menyebabkan kurangnya informasi yang diterima masyarakat, ” kata Hasanuddin Mas’ud.

Selain itu, lanjut Hasanuddin Mas’ud, sektor pertanian juga menjadi sorotan, dengan meningkatnya perkebunan sawit yang berdampak pada berkurangnya debit air.

“Kekhawatiran tentang kurangnya sarana pendidikan seperti sekolah SMP, SMA, TPA, TK, dan PAUD juga menjadi fokus perhatian di masyarakat,” tegas Hasanuddin Mas’ud.

Hal ini menandakan, ungkap Hasanuddin Mas’ud, bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat, dalam bidang pendidikan di Provinsi Kaltim.#

Reporter : Yani|Editor: Hoesin KH

Leave A Reply

Your email address will not be published.