BERITAKALTIM.CO-Setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur oleh PJ Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik pada Kamis (21/3/2024), Ririn Sari Dewi mengungkapkan komitmennya untuk menjalankan program inovatif guna memajukan sektor pariwisata di wilayah Kalimantan Timur.
Ririn Sari Dewi mengatakan bahwa salah satu program inovasi yang diusungnya adalah rencana untuk mengembangkan 10 kabupaten/kota menjadi satu desa wisata nasional.
“Salah satu program inovasi yang akan saya laksanakan dalam kegiatan saya mengampu menjadi pejabat definitif di Dinas Pariwisata adalah melakukan inovasi 10 kabupaten/kota menjadi 1 desa wisata nasional. Jadi, kita akan mengambil desa-desa yang memiliki potensi ekowisata yang tinggi dan mengembangkannya menjadi desa wisata nasional,” ujar Ririn Sari Dewi usai dilantik di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/3/2024).
Ditekankan Ririn Sari Dewi, pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta dan berbagai stakeholder terkait untuk mencapai kesuksesan dalam mengimplementasikan program ini.
“Kunci kesuksesannya adalah komitmen dari seluruh pihak, termasuk CSR perusahaan-perusahaan di setiap kabupaten/kota yang terlibat. Kolaborasi dengan pihak swasta, baik BUMN maupun swasta, serta pemerintah dari dana APBN maupun APBD akan menjadi salah satu strategi utama dalam memajukan sektor pariwisata,” ungkap Ririn Sari Dewi.
Ririn memberi contoh beberapa daerah yang telah diidentifikasi sebagai potensial untuk dikembangkan menjadi desa wisata nasional, pihaknya menyebutkan bahwa Bontang telah memiliki satu desa wisata nasional yaitu Malahing, dan target berikutnya adalah daerah Berau, terutama Maratua.
“Kita juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, untuk mengembangkan desa wisata mandiri. Peran kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lokal dan daerah akan sangat penting dalam upaya pengembangan ini,”jelas Ririn Sari Dewi.
Saat ini Dinas Pariwisata Kaltim sedang melakukan inventarisasi terhadap potensi pariwisata di setiap daerah yang akan menjadi desa wisata nasional.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan lokal, untuk mendukung pengembangan desa wisata ini. Ada beberapa kriteria yang kami tetapkan untuk menentukan status desa wisata, dan kami akan terus mengembangkannya agar lebih baik di masa mendatang,” papar Ririn Sari Dewi.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang terpenting terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan pariwisata.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas pariwisata agar lebih menarik bagi para wisatawan. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, saya yakin sektor pariwisata Kalimantan Timur akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi ekonomi lokal,” tegas Ririn Sari Dewi.#
Reporter : Yani|Editor: Hoesin KH