BERITAKALTIM.CO – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur Noryani Sorayalita mengungkapkan bahwa kasus kekerasan dalam lima tahun terakhir di Kalimantan Timur (2019 – 2023) mengalami peningkatan yang signifikan.
Hal ini ia ungkapkan dalam acara seminar sex education for kids yang digelar di Hotel Mercure lantai 3 crystal 1, Senin, (22/4/2024).
Menurut Soraya, penduduk provinsi Kaltim sampai September semester 2 tahun 2023 berjumlah 4,7 ribu jiwa dan 32 persen anak anak kategori 0 sampai 18 tahun ,
Jumlah kekerasan di Kaltim fluktuatif dan terjadi peningkatan, Menurut data pada tahun 2019 kasus kekerasan sebanyak 623 kasus, 2020 sebanyak 656 kasus.
*Tahun 2021 ada penurunan dan 2022 ada peningkatan dari 551 menjadi 946 kekerasan dan diakhir 2023 meningkatkan tajam menjadi 1.108 kasus kekerasan dan rata rata 60 persen korbannya anak anak.” ungkapnya.
Lebih lanjut Soraya menyampaikan, dalam hal ini berkaitan dengan jumlah kekerasan memang di provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda yang tertinggi dalam kasus kekerasan.
“Kita menyadari penduduk di samarinda lebih banyak daripada kabupaten dan kota lainnya di Kaltim. Sehingga ini juga menjadi faktor utama samarinda menjadi kota dengan kasus kekerasan terbanyak.” jelasnya.
Soraya menambahkan, dengan upaya kita bersama mudah-mudahan kasus kekerasan di Kaltim menurun. Karena memang Februari ke Maret kasus kekerasan cukup meningkat.
“Di Februari 174 kasus dan Maret tahun 2024 menjadi 257 kasus jadi ada peningkatan 73 kasus. Semoga trendnya bisa secepatnya menurun,” pungkasnya. #
Reporter: Yani | Editor: wong