BeritaKaltim.Co

Kritisi APBD, Ketua DPRD Berau Rencanakan Bentuk Pansus


BERITAKALTIM.CO – Ketua DPRD Berau Madri Pani menegaskan, kinerja keuangan daerah dalam hal ini Realisasi Pendapatan Daerah Berau 2021 sampai 2023, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Ini penting sesuai fungsi DPRD Berau sebagai lembaga yang mempunyai hak dan wewenang pengawasan.

Hal itu disampaikan Madri sesuai mekanisme berdasarkan Laporan Keterangan PertanggungJawaban (LKPJ) Bupati 2023 dan hasil laporan aspirasi masyarakat, Kamis (2/5/2024).

Ia mencontohkan, Pendapatan Asli Daerah 2023 sebesar Rp 287 juta. Selanjutnya, pendapatan transfer Rp 4,4 miliar. Sedangkan pendapatan lain-lain yang sah Rp.7,3 miliar.
Lebih lanjut, Madri menjelaskan tentang APBD perubahan 2023 lalu ada dana sebesar Rp 5,1 miliar tapi realisasi belanja daerah Rp 4,6 miliar atau mencapai 89 persen.

Menurutnya, kinerja keuangan daerah Berau dari pendapatan asli daerah 2022 sebesar Rp 299 juta. Namun 2023 malah menurun menjadi Rp 287 juta.

Begitu juga uraian lain-lain pendapatan yang sah di 2021 sebesar Rp 43 miliar. Sementara 2022 Rp 0 dan 2023 hanya Rp 7,3 miliar.
Menurutnya, ada yang aneh karena ketika pandemi mengalami kenaikan, justru ketika tidak pandemi lagi mengalami penurunan.
Madri menilai dokumen LKPJ Bupati Berau 2023 ada seberapa besar potensi Sumber-sumber PAD yang berasal dari Perusda (BUMD) selama ini mulai dari 2021 sampai dari 2023.

“Kami di DPRD belum pernah mendapat gambaran secara detail atas kinerja masing-masing Perusda dan ada berapa sumber PAD yang potensial yang berasal dari atau BUMD yang dimiliki Kabupaten Berau,” tuturnya.

Dengan melihat gambaran tersebut, Madri menilai sangat dimungkinkan DPRD Kabupaten Berau dalam waktu dekat akan bentuk panitia khusus (pansus).

“Kita akan bentuk pansus untuk evaluasi kinerja Perusda atau BUMD Kabupaten Berau secara keseluruhan,” pungkasnya.

Reporter: Ana | Editor: rh | ADV DPRD Berau

Leave A Reply

Your email address will not be published.