BERITAKALTIM.CO – Minimnya dana alokasi bantuan keuangan (bankeu) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2023 lalu sebesar Rp 96,2 miliar dinilai warga kota Balikpapan terlal kecil.
Tak sebanding dengan jumlah anggota legislatif yang diduduk di Parlemen Karang Paci DPRD Provinsi Kaltim jumlahnya mencapai 10 orang, seharusnya alokasi bankeu dari Pemprov Kaltim tersebut dapat ditingkatkan lagi.
Hal ini mendapatkan perhatian serius dari Sekretaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H Kamaruddin Ibrahim.
H.Kamaruddin Ibrahim menyebut besaran Bankeu ke Balikpapan sangat kecil dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Kaltim. Padahal besaran APBD Provinsi Kaltim nomor dua setelah DKI Jakarta.
“Ini perlu perjuangan keras untuk DPRD Provinsi Kaltim, khususnya Balikpapan agar bisa memperjuangkan porsi lebih penerimaan Bankeu untuk kota Balikpapan,” ucap H.Acco panggilan akrabnya saat ditemui awak meeia, Rabu (15/5/2024).
H. Acco menyebut butuh keseriusan pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan untuk mempersiapkan perencanaan tata kota. Jangan sampai, ketika diperjuangkan di Provinsi Kaltim, pemkot Balikpapan tidak memiliki perencanaan kota.
“Pemerintah kita harus siap perencanaannya, karena di daerah-daerah lain di terutama di Kabupaten, mereka memiliki banyak program salah satunya pengembangan infrastruktur jalan,” ucapnya.
Kota Balikpapan yang kini menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) pengembangan infrastruktur jalan sangat penting. Hanya saja, ia tidak mengetahui apakah Balikpapan sudah memiliki DED perencanaan pengembangan jalan.
H Aco Ibrahim yang terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltim Periode 2024-2029 inipun mengaku optimis dan siap memeperjuangkan apa yang dibutuhkan kota Balikpapan, salah satunya pengembangan infrastruktur jalan.
Ia mengungkapkan, Balikpapan jika tidak bergerak cepat mengembangkan infrastruktur jalan, maka akan semakin macet seperti di daerah Jakarta, mengingat lebar jalan di Balikpapan yang sangat kecil.
“Kalau kita sekarang lihat, jalan-jalan di Balikpapan sudah mulai padat. Kalau jalan tidak dibenahi atau di perbaiki, maka Balikpapan tambah macet,” pungkasnya. #
Reporter: thina | Editor: wong