BeritaKaltim.Co

UPTD PPO Gelora Kadrie Oening Sempaja Sosialisasikan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

BERITAKALTIM.CO-Kepala UPTD PPO Gelora Kadrie Oening Sempaja, Ruspiansyah, mengungkapkan bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak daerah dan retribusi daerah yang baru mulai diberlakukan pada 2 Januari lalu memerlukan arahan pimpinan sebelum bisa diimplementasikan sepenuhnya.

“Kami struktur urutan ke lima, dengan adanya Perda ini pastinya meminta arahan pimpinan baru berani melaksanakan,” ujar Ruspiansyah.

Hal ini disampaikan saat di temui di ruangannya yang berada di Tower Kadrie Oening, Kompleks Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Senin, (27/5/2024).

Sebelum melaksanakan Perda tersebut, UPTD PPO Gelora Kadrie Oening Sempaja telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sosialisasi ini dilakukan tiga Minggu yang lalu dihadiri oleh anggota/member, penghuni rumah susun, pemain futsal, pengguna GOR 1, PB bulutangkis, dan Borneo FC. Sosialisasi ini juga melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk regulasi teknis.

Sementara sosialisasi dengan masyarakat umum belum dilaksanakan.

“Pintu depan dan belakang kami pasang untuk sosialisasi. Kadispora sudah beri arahan pelaksanaan, cuma akan kita sosialisasi dulu melaksanakannya belum,” jelas Ruspiansyah.

Ruspiansyah menambahkan bahwa komunikasi dengan masyarakat dilakukan melalui berbagai media, termasuk kemungkinan menggunakan podcast Kominfo.

Menurut Ruspiansyah penerapan ini bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk Kas daerah, Untuk pembiayaan dan pemeliharaan bangunan dalam komplek Gelora Kadrie Oening.

“Kami bertugas meningkatkan pendapatan untuk kas daerah, Dan tentunya untuk pemeliharaan sehingga bisa membuat nyaman para pengunjung. dan yang pastinya memberikan keamanan daripada pungli,” tegas Ruspiansyah.

Dalam penerapan retribusi, setiap orang yang masuk kawasan tersebut akan dikenai karcis yang tidak boleh dibuang.

“Kalau member nanti tidak usah bayar, Hanya membuat kartu, begitupun dengan pelaku UMKM yang ada di komplek Gelora Kadrie Oening” tambah Ruspiansyah.

Dari hasil sosialisasi, jika diberlakukan, anggota/member yang sudah berlangganan akan dikenakan tarif yang mungkin dinaikkan.

“Nanti ada peraturan pengurangan diskon yang kita berikan, aturan pengurangan 40 persen. Kalau sudah ada persetujuan dari Bapenda, bisa kita keluarkan,” jelas Ruspiansyah.

Sosialisasi ini juga melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang diundang oleh BPD.

“Mereka dikasih semacam kartu. Kalau di Palaran sudah berlaku. Kalau di sini banyak orangnya, justru mereka sudah setor. Kalau di sini banyak pendapatannya bisa kami berlakukan tapi masih menunggu respon masyarakat,” ujar Ruspiansyah.

Pelaksanaan retribusi juga menyesuaikan dengan jadwal staf UPTD, rencananya akan terlebih dulu mengadakan sosialisasi pada bulan Juni.

“Saya tidak bisa berdiri sendiri, staf saya masih menunggu jadwal dia menyesuaikan jadwal saya, Karena penerapan ini juga perlu beberapa orang baik di pintu masuk maupun di pintu keluar” tambah Ruspiansyah.

Untuk acara besar seperti Hari Ulang Tahun (HUT) RI, HUT Provinsi, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), UPTD PPO Gelora Kadrie Oening akan bersurat ke Bapenda untuk meminta agar retribusi tidak diberlakukan sementara waktu.

“Untuk Agenda yang diselenggarakan oleh Pemprov kaltim maka akan kami liburkan,” ujar Ruspiansyah.

Implementasi Perda ini juga mengubah sistem retribusi dari yang sebelumnya per kendaraan menjadi perorangan, sesuai dengan Perda nomor 1 tahun 2024.

“Jadi nantinya masuk lewat Pintu Arah Jalan M. Yamin, keluar lewat pintu arah di Jalan P.M. Noor,” jelasnya.

Ruspiansyah berharap dengan adanya perubahan ini, stadion yang dikelola bisa mendekati kualitas stadion-stadion maju seperti yang ada di Sumatera dan Pulau Jawa.

“Kita ingin berbenah seperti stadion-stadion lain, paling tidak mendekati stadion maju,” tegas Ruspiansyah.#

Reporter: Yani|Editor: Hoesin KH

Comments are closed.