BeritaKaltim.Co

Tiga Kandidat Calon Gubernur Serahkan “Surat Lamaran” ke PPP

BERITAKALTIM.CO – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kalimantan Timur, Gamalis, mengakui sudah menerima pendaftaran alias ‘surat lamaran’ untuk tiga calon kandidat Gubernur Kaltim periode 2025-2030. Yang terakhir, Rabu (5/6/2024) adalah Rudy Mas’ud yang diantar oleh tim dari Partai Golkar.

“Sampai hari ini, Mahyudin, Isran Noor, dan Rudy Mas’ud telah mengembalikan formulir. Sementara itu, untuk posisi wakil gubernur hanya Hadi Mulyadi yang telah mendaftar,” jelasnya.

Gamalis menambahkan bahwa proses pengembalian formulir ini merupakan langkah awal yang penting.

“Ini bagi kami adalah sebuah percepatan agar kami dapat membawa semua berkas ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk melakukan pleno besar. Mudah-mudahan semua pendaftaran ini bisa berjalan lancar,” harapnya.

Lebih lanjut, Gamalis menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan masukan kepada pimpinan pusat terkait komitmen dan kepemimpinan calon.

“Kami akan menyiapkan screening dan insyaAllah akan memberikan penjelasan kepada kawan-kawan di DPP. Karena bagaimanapun, nanti yang mengeluarkan surat keputusan adalah DPP dan kami di sini hanya memberikan rekomendasi dari penjaringan yang telah dilakukan,” ungkapnya.

Rombongan partai Golkar yang datang mengantar ‘surat lamaran’ ke PPP diantaranya adalah Sudarno dan Sabir Nawir.

“Kami mengembalikan formulir untuk memohong kepada PPP bergabung dengan Golkar sebagai pengusung Rudy Mas’ud menjadi calon gubernur kaltim,” ungkap Sudarno.

Golkar Kaltim yang telah memiliki persyaratan yangf cukup untuk mengusung sendiri calonnya. Pada Pemilu legislatif 14 Februari 2024 lalu, Golkar meraih 15 kursi DPRD Kaltim sekaligus menobatkan partai beringin sebagai pemenang di provinsi Kalimantan Timur.

Sementara persyaratan menjadi partai pengusung atau koalisi parpol untuk calon gubernur-wakil gubernur sebanyak 20 persen dari total 55 kursi DPRD atau 11 kursi.

Walaupun sudah memenuhi syarat mengusung sendiri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, tapi Partai Golkar membuka ruang dialog untuk berkoalisi dengan partai-partai lainnya. Salah satunya dengan PPP yang punya dua kursi di DPRD Kaltim.

“Kita membuka ruang dialog untuk bersama-sama berada dalam tim Rudy Mas’ud,” kata Sudarno.

Menurutnya, hubungan antara pengurus PPP dengan Golkar, baik di tingkat pusat dan daerah sudah terjalin sangat lama. Bahkan keduanya merupakan partai tertua di Indonesia, yang sudah berkiprah sejak zaman Orde Baru.

Begitu  juga hubungan para pengurus di daerah dengan Ketua DPD Golkar Kaltim Rudy Mas’ud yang juga anggota DPR RI.

“Saya dengan PPP kan sahabat lama ya, bersama-sama dengan Rudy Mas’ud lebih menjanjikan. Intinya, kita di politik itu tidak berjarak, jadi tidak ada cela satu antara lainnya,” pungkasnya. #

Reporter: Yani | Editor: Wong

Comments are closed.