BeritaKaltim.Co

Mahyudin Gelar ‘Kaltim Keren’ Di Tenggarong: Evaluasi Judi Online, Pinjol dan Game Online !

BERITAKALTIM.CO – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Mahyudin, mengemukakan pendapatnya tentang perlunya evaluasi terhadap berbagai sektor yang dianggap merugikan masyarakat, termasuk judi online, pinjaman online (pinjol), serta game online.

Menurut Mahyudin, evaluasi ini penting untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

Hal ini ia ungkapkan dalam acara Ruang dialog ‘Kaltim Keren” beberapa waktu lalu di Tenggarong, tepatnya di Pondok Three Al yang berada di Jalan Mangkuraja.

Mahyudin menegaskan pentingnya penutupan total semua jenis judi online di Indonesia.

“Saya boleh minta judi online ditutup semuanya,” tegasnya.

Ia menyoroti maraknya praktik judi online yang merugikan masyarakat dari berbagai sisi, termasuk sisi ekonomi dan sosial. Judi online sering kali menjebak masyarakat ke dalam lingkaran utang dan menimbulkan masalah sosial yang serius.

Selain judi online, Mahyudin juga menyoroti masalah pinjaman online atau pinjol yang marak belakangan ini. Ia menekankan bahwa pinjol harus dievaluasi secara menyeluruh.

“Pinjol dievaluasi, media sosial dievaluasi. Bukan ditutup tapi dievaluasi. Yang mana nggak mendidik dan saya kira harus diantisipasi,” jelasnya.

Evaluasi ini, menurutnya, harus dilakukan untuk memastikan bahwa layanan pinjol yang ada tidak justru menjerumuskan masyarakat ke dalam masalah finansial yang lebih besar.

Mahyudin juga menyoroti dampak negatif dari game online, terutama bagi generasi Z. Ia menyatakan bahwa game online harus dievaluasi dengan ketat.

“Ini game juga harus dievaluasi karena kalau tidak, Gen Z kita keasyikan main game lupa membangun produktivitas dirinya,” ungkapnya.

Mahyudin menilai bahwa terlalu banyaknya game online yang tersedia di Indonesia bisa mengganggu produktivitas generasi muda dan menghambat mereka untuk mencapai potensi maksimalnya.

Menurut Mahyudin, pemerintah perlu bersikap lebih selektif dalam membuka akses terhadap game online. Ia mengkritik kebijakan yang terlalu terbuka terhadap game online di Indonesia, dengan menyebut bahwa banyak negara lain yang melarang beberapa jenis game online tertentu.

“Jangan dibuka semua. Saya tidak tahu kenapa pemerintah terlalu membuka, misalnya banyak negara-negara yang melarang beberapa game online, di kita hampir semua game online ada,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mahyudin juga menyoroti dampak ekonomi dari maraknya game online di Indonesia. Ia menyebut bahwa banyak devisa negara yang keluar akibat pembelian item dalam game seperti skin dan fitur tambahan lainnya.

“Nyerap devisa kita berapa? yang keluar game online tertentu yang orang-orang harus membeli skin atau macam-macam itu membuang uang-uang kita, karena itu harus dievaluasi,” tegasnya.

Dalam pandangannya, evaluasi terhadap judi online, pinjol, dan game online bukan hanya soal menekan dampak negatif, tetapi juga tentang menjaga produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Mahyudin berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengevaluasi dan mengatur sektor-sektor tersebut demi kepentingan bersama.

Langkah Mahyudin ini diharapkan bisa menjadi awal dari perubahan yang lebih baik dalam pengaturan judi online, pinjol, dan game online di Indonesia.

Evaluasi yang menyeluruh dan tindakan yang tegas dari pemerintah diharapkan bisa melindungi masyarakat dari dampak negatif sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak untuk kesejahteraan bersama.

“Saya berharap agar peningkatan produktivitas generasi muda, dan pengelolaan devisa negara yang lebih baik,” pungkasnya. #

Reporter: Yani | Editor: Wong

Comments are closed.