BeritaKaltim.Co

Andi Harun Membagi Tiga Kluster Calon Pendamping di Pilwali 2024

BERITAKALTIM.CO – Dalam acara seni diskusi politik Pilkada Kota Samarinda tahun 2024 yang mengangkat tema “Menakar Visi Misi Figur Calon Wakil Wali Kota”, hadir juga calon kandidat Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Dia menyampaikan pandangannya mengenai kriteria calon wakil wali kota yang akan mendampinginya pada periode mendatang.

Andi Harun mengungkapkan bahwa ia telah membagi tiga kluster calon pendamping yang diinginkannya.

“Saya membagi tiga kluster calon pendamping yang saya inginkan,” ungkapnya, Sabtu malam (9/6/2024).

Kluster pertama adalah calon dari partai politik, yang kedua dari figur publik non-partai, dan yang ketiga dari birokrat. Ketiga kluster ini adalah mereka yang telah mendaftar menjadi calon wakil wali kota mendampingi Andi Harun.

Menurut Andi Harun, di internal Partai Gerindra terdapat 18 orang yang mendaftar untuk menjadi calon wakil wali kota. Namun sejak Jumat (7/6/2024), jumlah tersebut mengerucut hingga tersisa tiga orang.

Namun, nama-nama tersebut belum diumumkan untuk menghindari kegaduhan dalam dinamika politik Pilkada di Samarinda.

“Dalam minggu ini, prediksi kita akan mengerucut menjadi satu orang,” tambahnya.

Tiga kandidat yang terpilih, lanjut Andi Harun, memiliki potensi besar untuk menjadi calon wakil wali kota yang mendampinginya. Ketika ditanya apakah salah satu dari tiga kandidat tersebut hadir dalam dialog tersebut, Andi Harun hanya menjawab singkat,

“Mungkin. Saya hanya akan menjawab itu. Teman-teman media kalau dengan jeli pasti akan tahu secepatnya,”

Dalam sesi acarfa diskusi Pilkada tahun 2024 itu, yang hadir Syafaruddin (Ketua TWAP), Agus Tri Susanto (Sekretaris DPRD Samarinda) Serta dr. Uji Hardana (Ketua Kesira Kaltim). Ketiganya diketahui melamar menjadi bakal calon wakil wali kota.

Sedangkan tiga calon kandidat lain, yang nama dan foto ada tertulis di poster panitia, berhalangan hadir disebabkan berada di luar kota.

Andi Harun menegaskan bahwa ketiga kandidat memiliki potensi dan peluang yang sama besar. Ketua Penjaringan Pilkada Ekti Immanuel dan Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda Helmy Albadulah segera menuntaskannya setelah pulang dari Jakarta.

“Kami akan berdiskusi sehari atau dua hari. Dan minggu depan kita akan memilih satu di antara tiga ini yang kemungkinan menjadi pasangan kita,” ujarnya.

Andi Harun juga menjelaskan karakteristik yang ia cari dari calon pendampingnya. Pertama, calon harus memiliki sifat koersif, yaitu kemampuan komunikasi yang tegas dalam menghadapi tantangan. Kedua, calon harus memiliki sifat afiliatif, yaitu kemampuan untuk membangun ikatan yang harmonis dan perspektif gerakan bersama dalam membangun Kota Samarinda.

Lebih lanjut, Andi Harun menekankan pentingnya visi dalam memilih calon pendampingnya. Ia menilai bahwa seorang calon wakil wali kota harus mampu bersama-sama dengan wali kota untuk memobilisasi masyarakat melalui visi yang jelas.

“Di mana-mana kita membahas tentang elektoral, tapi kita tidak mempertengkarkan soal visi. Kita tidak ada sebuah program yang tidak berangkat dari visi atau gagasan,” tegasnya.

Andi Harun menekankan pentingnya memiliki visi yang terarah untuk membangun kota. Ia mengibaratkan gerakan pembangunan kota seperti gerakan dalam ilmu fisika, yang harus beraturan untuk mencapai hasil yang optimal.

“Tidak salah kalau sebuah program yang oke dan berdampak pemanfaatan di masyarakat itu dimulai dari gagasan. Ketika melahirkan program, itu adalah model calon pendamping yang akan kita pilih bersama-sama dalam rangka menuju Samarinda 5 tahun ke depan,” pungkasnya.

Diskusi ini menjadi ajang penting bagi para peserta untuk memahami visi dan misi yang akan diusung oleh calon pemimpin mereka di masa depan.

Dengan pendekatan yang sistematis dan terencana, Andi Harun berharap bisa menemukan calon pendamping yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki visi yang sama dalam membangun Kota Samarinda menuju masa depan yang lebih baik. #

Reporter: Yani | Editor: Wong

Comments are closed.