BeritaKaltim.Co

Budiono Akui Balikpapan Masih Kekurangan Daya Tampung Sekolah Negeri

BERITAKALTIM.CO– Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono menyoroti potensi kekurangan daya tampung sekolah di Balikpapan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025.

Secara regulasi dan anggaran, DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan saat ini kata berupaya keras mengatasi kekurangan Rombongan Belajar (Rombel) selama ini.

“Mayoritas orang tua inginkan anaknya melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD),” ungkap Budiono, Senin (10/6/2024).

Budiono menambahkan, beberapa langkah telah diambil untuk menambah ruang belajar, seperti pembangunan ruang belajar di SMPN 25, SMPN 26 Balikpapan Regency, serta Sekolah Terpadu di Graha Indah.

“Penambahan ini sudah menjadi solusi dan mampu mengurangi masalah PPDB di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Data jumlah lulusan SD di kota Balikpapan tahun ini hampir mencapai 12 ribu siswa, sedangkan daya tampung SMPN hanya sekitar 6.500 siswa.
Sehingga untuk mengatasi ketidakseimbangan ini, dia mengusulkan penambahan dua sekolah lagi di Gunung Pasir Balikpapan Tengah dan Balikpapan Timur.

“Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kekurangan Rombel dan berjalan dengan lancar,” harap Budiono.

Oleh karena itu, pembangunan sekolah baru masih sangat dibutuhkan. “Secara regulasi, pemerintah wajib menyiapkan minimal 70 persen ketersediaan Rombel di sekolah negeri,” ucapnya

Selain itu, regulasi yang diatur oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) melalui sistem zonasi, jalur afirmasi, jalur prestasi, dan jalur perpindahan orang tua juga diharapkan mampu mengatasi permasalahan ini.

Namun, Budiono mengakui bahwa sistem zonasi kadang menimbulkan keluhan dari masyarakat, terutama bagi anak berprestasi yang tidak bisa memilih sekolah yang dianggap maju di luar zonanya.

“PPDB dengan sistem zonasi ini memang mendapat beberapa keluhan. Misalnya, anak berprestasi dari Balikpapan Timur tidak bisa masuk ke SMPN 1 di Balikpapan Tengah karena bukan zonasinya,” jelasnya.

DPRD Balikpapan berharap masalah daya tampung dapat teratasi sehingga setiap anak di Balikpapan mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. #

Reporter: Thina | Editor: Wong

Comments are closed.