BeritaKaltim.Co

Maratua Jadi Pulau Literasi


BERITAKALTIM.CO- Untuk meningkatkan minat baca masyarakat di salah satu destinasi wisata Berau, Pemerintah Kabupaten Berau berencana menjadikan Pulau Maratua sebagai daerah pulau literasi.
Hal ini pun disambut baik oleh Ketua Komisi III DPRD Berau,  H Saga.

Wakil rakyat ini menuturkan, meski pihak komisi III tidak bermitra dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, tetapi akan berkomunikasi secara langsung untuk membicarakan wacana tersebut.

“Komisi III memang tidak bermitra dengan Disbudpar, tapi saya sebagai putra daerah di Pulau Maratua yang memiliki destinasi wisata yang baik, akan komunikasikan dengan pihak mereka,” ujarnya, Sabtu (26/7/2024).

Menurutnya, dengan perombakan baru di Pulau Maratua bisa mendatangkan wisatawan untuk berkunjung nantinya.

“Ini yang kita harapkan bisa menjadi penarik wisatawan untuk datang,” sebutnya.

Meskipun demikian, pihaknya belum bisa terlalu fokus untuk menjadikan Pulau Maratua sebagai tempat literasi.

Sebab, sementara ini pihak komisi III masih melakukan kajian terhadap penerapan satu pintu masuk ke Pulau Maratua.

“Ya saya masih lebih ke Dinas Perhubungan untuk membuat satu regulasi terkait dengan ketertiban tamu-tamu yang ada,” bebernya.

Apalagi, ungkap Saga, ada beberapa kejadian akibat kurangnya perhatian terhadap para pengunjung atau wisatawan yang tidak bisa diakomodir secara keseluruhan.

Sehingga, perlu dilakukan evaluasi secara mendalam agar tidak terulang kembali hal yang tidak diinginkan.

“Ini penting juga, karena ada beberapa kali kejadian justru tidak di tertibkan. Seperti, ada wisatawan dari Tarakan masuk begitu saja tidak ada laporan, , ketika ada masalah Kabupaten Berau yang disalahkan,” katanya.

Sementara itu, seperti diketahui Pemkab Berau melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) mencanangkan Kecamatan Maratu menjadi sebagai Pulau Literasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantoso beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, di Kecamatan Maratua terdapat lima perpustakaan sekolah dan kampung dan juga akan masuk dalam rencana pemenuhan syarat akreditasi Tahun 2024 ini.

“Sebagian perpustakaan di sana sudah siap untuk mengikuti akreditasi tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pulau Maratua terkenal dengan potensi pariwisata yang menjadi andalan dan banyak diminati oleh wisatawan.

Dengan menjadikan Pulau Maratua sebagai Pulau Literasi, Pemkab Berau menginginkan masyarakat Maratua memiliki bekal ilmu pengetahuan yang lebih luas lagi untuk mendukung pariwisata yang mereka miliki.

“Ini upaya meningkatkan SDM mereka, jangan sampai mereka hanya menjadi penonton saja kan. Untuk itu literasi harus diperkuat,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membantu memenuhi koleksi buku yang sesuai dengan tema di sana, tentunya terkait dengan pariwisata, sejarah, kebudayaan dan lain sebagainya.

“Hal ini juga bekerja sama dengan Dispusip Provinsi Kaltim,” katanya.

Sedangkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir menuturkan, pihaknya menyambut baik dicanangkannya Pulau Maratua menjadi Pulau Literasi.

“Hal ini tentunya sangat penting dan bermanfaat, tidak hanya bagi masyarakat saja tapi juga bagi pengunjung yang ingin lebih mengenal dan mengetahui cerita tentang suatu destinasi pariwisata yang ada di sana,” bebernya.

Ilyas menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Dispusip Berau untuk mendukung melengkapi buku-buku terkait sejarah dan budaya dari setiap destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Berau.

“Kita akan kerja sama dan akan perbanyak buku mengenai cerita dari setiap tempat wisata di Kabupaten Berau ini. Semoga bermanfaat dan menjadi nilai tambah bagi wisata kita,” pungkasnya.

Reporter: Ana | Editor: rh | ADV DPRD Berau

Comments are closed.