BeritaKaltim.Co

Dirjen Bimas Islam Kemenag Ajak Refleksi Nilai Al-Qur’an dalam MTQ Nasional ke-30 di Kalimantan Timur

BERITAKALTIM.CO – Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Prof. Phil. Kamaruddin Amin, tampak hadir dan memberikan sambutan pada acara malam ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30 yang digelar di Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (7/9/2024).

Acara yang dihadiri oleh berbagai ulama, hafiz, mufassir, dan penyeru Al-Qur’an dari seluruh Indonesia ini menjadi momen penting dalam penyelenggaraan MTQ Nasional kali ini.

Dalam sambutannya, Kamaruddin Amin menyampaikan rasa optimisme dan apresiasinya terhadap persiapan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional.

“Setelah berdiskusi dengan Ibu Sekda, tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Semua sudah dipersiapkan dengan luar biasa. Sampai dengan acara selesai, semoga semuanya berjalan lancar tanpa kekurangan,” ujar Kamaruddin.

Ia menekankan bahwa MTQ Nasional ke-30 ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, melainkan juga sebuah kesempatan untuk mengkaji, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap, MTQ ini tidak hanya sampai pada pemahaman dan penjelasan akademik tentang Al-Qur’an, tapi kita harap MTQ ini dapat menjadi instrumen agar Al-Qur’an bisa diamalkan dan dicintai hingga berdampak luas dalam kehidupan,” tambahnya.

Kamaruddin menyoroti peran para ulama, hafiz, dan mufassir yang hadir dalam MTQ Nasional ini sebagai entitas luar biasa yang berkontribusi dalam merawat kebangsaan dan menjaga Indonesia. Ia menyebutkan bahwa setiap detik mereka membaca Al-Qur’an, mereka sebenarnya sedang memberikan kontribusi fundamental untuk menjaga Indonesia.

“Banyak nilai dan pesan yang harus kita hidupkan dan kontribusi dalam berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin juga menyinggung tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang pembangunan agama selama lima tahun ke depan. Menurutnya, pembangunan agama tidak hanya berfokus pada akidah, moral, akhlak, dan akhirat, tetapi juga harus mencakup muamalah dan kehidupan sosial.

“Agama harus berkontribusi dalam pembangunan dan kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dalam MTQ ini, bukan hanya tentang lomba pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga bagaimana Al-Qur’an dapat direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Kita semua yang hadir adalah para pecinta Al-Qur’an. Mari bersama-sama berlomba merefleksikan nilai-nilai Al-Qur’an agar kehidupan kita berkah dan berkontribusi dalam berbangsa dan bernegara,” ajaknya.

Selain itu, Kamaruddin juga berharap agar MTQ Nasional ke-30 ini dapat menghasilkan para juara yang akan mewakili Indonesia di ajang MTQ Internasional.

“Kami kirimkan delegasi Indonesia setiap tahun ke tidak kurang dari 17 negara. Kita harumkan nama Indonesia di kancah internasional. Agar membawa prestasi yang membanggakan bagi kita semua,” pungkasnya.

Acara malam ta’aruf ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan MTQ Nasional ke-30 yang akan berlangsung selama satu minggu ke depan. Ribuan peserta dan pecinta Al-Qur’an dari seluruh penjuru Indonesia hadir untuk menyaksikan dan berpartisipasi dalam ajang yang penuh keberkahan ini. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat cinta dan pengamalan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. #

Reporter: Yani | Editor: Wong

Comments are closed.