BeritaKaltim.Co

Peninggalan Kolonial dan Jepang, Sudah Ditetapkan sebagai Peninggalan Sejarah

BERITAKALTIM.CO-DARI sekian banyak benda peninggalan bersejarah, seperti “Rumah Dahor, Rumah Lengkung, Klinik Panorama, Sumur Minyak Mathilda, Makam Jepang, Meriam Jepang, Bunker Jepang, serta benda-benda bersejarah lainnya.

Kini benda peninggalan sejarah tersebut terpelihara dan dilestarikan. Bahkan bisa menjadi salah satu pilihan tempat objek wisata yang bisa dikunjungi di Balikpapan.

Benda-benda bersejarah beragam bentuk, seperti tank, bunker dan benda sejarah lainnya berjumlah puluhan buah, terletak di beberapa lokasi di Balikpapan.

Namun karena kebutuhan pengembangan wajah Balikpapan, yang mengikuti trend kota masa kini kian pesat ada yang hilang dan terbongkar. Akhirnya bangunan bersejarah berubah bentuk, walau dibangun kembali telah menghilangkan “History-nya”.

Walaupun saat ini, masih terdapat beberapa bangunan tua peninggalan sejarah, seperti “Rumah Panggung”, yang tersisa sekitar 30 unit, berada di tiga lokasi yang berbeda. Rumah Panggung itu masih dalam wilayah hukum atau administrasi Komplek Perumahan Pertamina, seperti area perumahan Gunung Dubs, Gunung Tehnik, dan Kawasan perumahan Dahor, dan satu unit berada di kawasan area TNI Angkatan Darat, Sentosa.

Dahoeloe di Jalan Warukin III, terdapat sejumlah rumah Panggung hingga ketepi “Nebo” dan terakhir di komplek Bangsal XIX. Kawasan Jalan Warukin I dan II, merupakan rumah Bangsal Besi. Ketika itu Jalan Warukin I, II dan III, area perumahan buruh minyak BPM.

Sekarang lokasi itu terkena perluasan kilang proyek, Refenery Devplotmen Master Pland (RDMP), nantinya akan menjadi Kilang minyak terbesar di Indonesia.

Dahulu Gunung Polisi (Gun Pol) terdapat perumahan, Rumah Lengkung dan Bangsal Besi. Sekarang menjadi Asrama Polisi Gun Pol. Seperti kawasan Gunung Gubs ada beberapa Unit, Gunung Sari Eks Rumah Sakit Umum Balikpapan, saat ini dikenal Puskib, juga terdapat beberapa unit rumah Lengkung, Pantai Melawai, Komplek V & W (Verker &Waterstaat), Sudirman, dan Kelandasan.

Penulis: Muhammad Asran/Pemerhati Sejarah|Editor: Hoesin KH

Comments are closed.