BERITAKALTIM.CO – Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan pentingnya peningkatan sektor pertanian di Kalimantan Timur seperti di Kutai Kartanegara melalui program unggulannya,
“Petani Berdasi”. Program ini merupakan salah satu bagian dari visi dan misinya bersama pasangannya Calon gubernur kalrim, Rudy Mas’ud untuk memperkuat ekonomi berbasis pertanian di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah Kutai Kartanegara.
Seno Aji mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dari 18.000 hektar lahan pertanian yang tersedia di Kutai Kartanegara, hanya sekitar 4.500 hektar yang dimanfaatkan dengan baik. Ini berarti ada sekitar 14.000 hektar lahan yang tidak digunakan.
“Kita perlu memahami masalah satu per satu. Salah satu persoalan terbesar adalah tidak tersedianya jaringan irigasi yang memadai, yang mengakibatkan lahan pertanian hanya bergantung pada hujan,” ujarnya, Selasa (24/9/2024).
Seno menekankan bahwa dengan kondisi seperti ini, target produksi pertanian tidak akan tercapai jika tidak ada intervensi serius dari pemerintah. Oleh karena itu, ia mengusulkan peningkatan anggaran untuk sektor pertanian agar para petani bisa beraktivitas dengan optimal.
“Kami akan mengupayakan perbaikan jaringan irigasi dan infrastruktur jalan di kawasan pertanian. Dengan alokasi anggaran yang cukup, kami bisa menghidupkan kembali 18.000 hektar lahan pertanian itu,” tambahnya.
Selain memperbaiki infrastruktur, Seno juga ingin memastikan bahwa para petani mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, termasuk dalam hal teknologi pertanian dan akses pasar.
“Kita juga akan berfokus pada pengembangan usaha pasca panen, sehingga para petani bisa mengolah hasil pertanian mereka dengan baik dan memperoleh nilai tambah,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Seno juga mengkritik pemerintah sebelumnya yang dinilai tidak memiliki kemauan politik untuk memperbaiki sektor pertanian.
“Tahun 2018, sebenarnya sudah ada peraturan yang mengarah ke sana, tetapi tidak berjalan karena kurangnya kemauan dari pemerintah saat itu,” ucapnya.
Program “Petani Berdasi” ini diyakini Seno Aji akan mampu memberikan dampak besar pada ketahanan pangan di Kalimantan Timur, terutama di tengah tantangan global yang semakin mengancam ketersediaan pangan.
“Kita bisa belajar dari negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, yang berhasil meningkatkan produksi pangan mereka dengan dukungan kebijakan yang tepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung pentingnya modernisasi alat-alat pertanian.
“Misalnya, dengan traktor yang diberikan kepada petani, satu hektar lahan bisa selesai digarap hanya dalam empat hingga lima hari, sangat efisien,” kata Seno.
Sebagai penutup, Seno Aji menggarisbawahi bahwa sektor pertanian harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.
“Jika kita bisa mengoptimalkan potensi yang ada, kita tidak hanya akan mampu menekan inflasi daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para petani di Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Dengan program “Petani Berdasi”, Seno Aji berjanji akan membawa perubahan besar bagi para petani di Kalimantan Timur, dan mendorong terwujudnya pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan. #
Reporter: Yani | Editor: Wong
Comments are closed.