BeritaKaltim.Co

Makam Jepang Lamaru, Dua Tempat Berbeda Namun Saling Berkaitan

BERITAKALTIM.CO-JIKA membahas Balikpapan, tentunya tidak terlepas dari perjalanan panjang tentang sejarah kelam rakayat Balikpapan. Hal tersebut dibuktikan dengan sekian banyak benda-benda peninggalan, baik dari zaman kolonial hingga sisa Perang Dunia II (PD-II).

Diantaranya terdapat Makam Jepang Lamaru dan Makam Jepang Karang Joang juga sebuah Tugu Perdamaian (Jepang-Australia-Indonesia) berada di dua tempat terpisah.

Seperti makam Jepang Lamaru, yang disesuaikan dengan nama lokasinya, dan berada dalam wilayah administrasi Kampung/Desa Lamaru, makam ini berada di bibir pantai Lamaru.

Tugu atau Makam Jepang ini menempati lahan kurang lebih 50 meter persegi dalam pagar, diapit dua sisi timur dan barat, merupakan kawasan pertanian milik warga setempat.

Pintu masuk utama ke Makam Jepang menghadap laut Selat Makassar. Pada bagian sebelah utara terdapat pertanian (warga setempat), pemukiman dan kawasan area lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran (SMK V Pelayaran). Situs Sejarah Makam Jepang, juga sudah teregistrasi (terdata) oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, berada dalam wilayah administrasi Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Dalam area kawasan Makam Jepang, terdapat Monumen Utama (makam Jepang), gazebo, panggung berada pada sebelah kanan pintu masuk utama. Gazebo dibangun semi terbuka, dengan bahan kayu berukuran 3 x 4 meter, berlantai papan, bertiang kayu dan beratap. Serta jalan setapak lebar 100 centimeter menuju arah makam. Di sebelah tugu utama juga terdapat sebuah prasasti kecil.

Makam Utama, berbentuk persegi empat dengan diperkirakan berukuran 300 centimeter x 300 centimeter. Terdapat empat trap, ruas (tangga) utama, dari bentuk besar hingga mengecil, dari ruas tangga bawah hingga ke atas terdapat tangga selebar 150 Cm dengan anak tangga berjumlah 6 ruas, berlapis keramik warna merah bata pada setiap anak tangga.

Di bagian di puncak ruas terdapat sebuah “marmer” warna abu-abu, dengan lebar 80 centimeter, tebal 3 inci, tinggi 200 centimeter, bertuliskan huruf Kanji.

Selain ditemukan marmer yang bertuliskan huruf Kanji, juga terdapat sebuah monumen sebelah selatannya ada tiga deret tulisan. Terlindung dari monumen utama terlihat dalam gambar ini, kurang lebih arti dari maksud kalimat tersebut adalah “Kami senantiasa berdoa untuk perdamaian dunia dan kesejahteraan segenap rakyat Indonesia” menurut keterangan Debby Nostrianti, selaku juru pelihara Makam Lemaru itu.

Pada awalnya Makam Lemaru/Lamaru ditemukan oleh seseorang yang bernama Buniran. Pada saat itu Buniran tanpa sengaja menemukan kerangka-kerangka manusia berupa tengkorak kepala, tulang belurang, dan gigi. Serta peninggalan-peninggalan milik tentara Jepang lainnya di sekitar lokasi itu, hasil temuan kerangka itu pada akhirnya sampai ke Negeri Matahari dan didengar oleh Dantjo Yakura.

Sehingga Dantjo Yakura terbang dan tiba di Balikpapan, mengutip keterangan, Dantjo Yakura, kawasan ditemukannya kerangka-kerangka manusia dengan ciri khusus, dahulu pada masa pemerintahan Jepang di Balikpapan. Di lokasi tersebut terdapat sebuah rumah sakit darurat, sedangkan rumah sakit besarnya bernama “Rumah Sakit Kapitai”, yang saat ini berada di kawasan Sentosa, Kecamatan Balikpapan Kota. Inilah sejarah keberadaan Makam Jepang di Balikpapan.#

Penulis: Muhammad Asran/Pemerhati Sejarah|Editor: Hoesin KH

Comments are closed.