
BERITAKALTIM.CO-Tingginya harga ikan budi daya yang terjadi belakangan ini di wilayah Kabupaten Berau, tak lepas dari mahalnya pakan ternak ikan budidaya, sehingga membuat nelayan mau tidak mau harus menaikkan harga ikan yang ada, agar tidak mengalami kerugian.
Pemerintah Kabupaten Berau, harus segera menyikapi hal itu dengan mencarikan solusi yang tepat, sehingga harga ikan yang ada di Berau bisa kembali terjangkau oleh masyarakat.
Penegasan itu diungkapkan anggota DPRD Berau Sujarwo Arif Widodo, di ruang kerjanya, Selasa (8/10/2024).
“Salah satu solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi persoalan itu yakni memberikan pembekalan atau keterampilan khusus bagi nelayan untuk membuat pakan ikan secara mandiri,” kata Sujarwo.
Ditambahkan Sujarwo, harga ikan yang mahal tentu dipengaruhi oleh pakan ikan yang mahal. Terutama ini untuk perikanan budidaya. Tak hanya itu, jika dibandingkan dengan daerah lain, harga ikan di Berau tergolong mahal.
“Hal tersebut juga terjadi karena pakan ikan yang dimiliki para nelayan, dibeli dari luar daerah,” jelas Sujarwo.
Maka untuk mengatasi masalah pakan ikan, menurut Sujarwo para nelayan dapat pendampingan dari pihak ketiga atau perusahaan swasta dan mitra perikanan, agar menerima pelatihan pakan ikan.
“Untuk atasi ini tentunya para nelayan harus dibekali dengan keterampilan untuk membuat pakan ikan sendiri, dengan adanya keterampilan membuat pakan ikan, para nelayan tidak lagi membeli pakan dari luar. Otomatis hal ini dapat berdampak pada keuntungan yang diperoleh nelayan. Kalau tidak beli pakan dari luar lagi makan harga jual ikan di Berau juga akan ikut menurun,” beber Sujarwo Arif Widodo.
Kendati demikian ke depan, Sujarwo berharap agar bupati terpilih dapat memperhatikan masalah tersebut agar menciptakan program di bidang kemandirian para nelayan.
“Untuk seluruh OPD terkait juga seharusnya bisa membuat nelayan mandiri dengan memberikan ketrampilan yang bermanfaat bagi mereka,” urai Sujarwo.#
Reporter:Ana|Editor: Hoesin KH|Adv|DPRD Berau
Comments are closed.