BeritaKaltim.Co

DPRD Bontang Soroti Kinerja Pemkot dalam Penanganan Stunting yang Meningkat

BERITAKALTIM.CO – Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap penanganan stunting sangat diperlukan. Mengingat meningkatnya angka kasus stunting di Bontang dalam beberapa bulan terakhir

Sahib menilai, bahwa kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menangani masalah stunting belum memadai.

“Penanganan saat ini keliru, sehingga kasus ini kian meningkat. Pemkot perlu fokus mengatasi persoalan dari akar rumput,” jelas Sahib beberapa waktu lalu

Ia menekankan bahwa faktor kemiskinan menjadi penyebab utama tingginya angka stunting, terutama di daerah pesisir. Prihal itu, Sahib mengusulkan agar pemerintah memberikan subsidi makanan bergizi kepada anak balita dan ibu hamil.

Ia menambahkan, data Dinas Kesehatan Bontang mencatat sebanyak 16 ribu balita yang menjadi sasaran program pengentasan stunting. Jika pemerintah memberikan subsidi Rp500 ribu per bulan untuk masing-masing anak, total anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp96 miliar per tahun.

“Dana tersebut hanya sekitar 30 persen dari total alokasi untuk urusan kesehatan yang mencapai Rp330 miliar per tahun. Meskipun anggaran melimpah, ironisnya masyarakat masih mengalami stunting,” tegas Sahib,

Legislator Partai NasDem ini pun mendorong Isu stunting ini segera ditangani, agar kualitas hidup masyarakat Bontang, terutama anak-anak, dapat meningkat. Ia berharap Pemkot dapat segera merespons kritiknya dengan langkah-langkah yang lebih efektif dan terarah untuk menanggulangi masalah gizi buruk di wilayah tersebut.

Diketahui, data terbaru dari Sistem Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Bontang mengalami kenaikan signifikan, dari 18 persen pada Juli lalu menjadi 20,6 persen per Agustus 2024. #

Reporter: Syaipul | Editor: Wong | ADV DPRD Bontang

Comments are closed.