JANJIAN wawancara itu tertunda. “Saya mau jemput anak dulu,” kata Andre Sitorus, seorang pekerja rig PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), saat dihubungi wartawan Beritakaltim via telepon dari Samarinda.
Waktu itu sekitar pukul 17.00 Wita, hari Rabu (16/10/2024). Meski hari kerja, Andre sedang berada di kampung halamannya, Perumahan Medan Resort City, Deli Tua. Dekat daerah Medan Johor, Sumatera Utara.
Dengan format aturan perusahaan; dua minggu kerja dan dua minggu libur, buat Andre, waktu off-duty itu adalah kesempatan menghabiskan waktunya bersama keluarga.
Sejak tahun 2010 Andre Sitorus bekerja mengebor minyak dan gas di lepas pantai. Itu berarti, dalam 14 tahun sebagai pekerja rig, sudah separuh waktunya berada di tengah lautan, bersanding dengan tim kerja yang bukan saja berasal sesama Indonesia, tapi juga bule-bule mancanegara.
“Saat sekolah sih maunya jadi penerbang, tapi setelah bergabung dengan industri oil gas dan mulai memahami seluk beluk kerja di rig, saya pun berusaha untuk mendapatkan pekerjaan sebagai company man perusahaan migas,” ucapnya.
Sebagai seorang company man, dialah orang yang bertanggungjawab atas pekerjaan pengeboran (drilling) oleh perusahaan. Dia harus bisa memastikan semua operasional pengeboran, mulai a sampai z, berjalan dengan lancar.
Sekarang dia bertugas di Rig Hakuryu 14. Sebuah rig yang dikontrak PT PHM dari perusahaan Jepang dan bertugas di WK (Wilayah Kerja) Mahakam.
“Ternyata saya jatuh cinta dengan pekerjaan ini,” ucapnya.
Bekerja di sebuah rig, tentu berbeda dengan para pekerja kantoran. Karena untuk bisa sampai menuju rig tempat kerjanya saja, Andre perlu berjuang menempuh perjalanan panjang.
Dimulai dari Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia naik pesawat terbang dengan rute Deli Serdang-Jakarta-Balikpapan. Terus menempuh perjalanan darat menuju pelabuhan Jetty milik PHM (Pertamina Hulu Mahakam) di Senipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Setelah melalui jalan darat sekitar 1,5 jam, dia naik speedboat perusahaan menuju rig Hakuryu 14, dengan jarak tempuh 2 hingga 3 jam ke arah lautan Selat Makassar.
“Tergantung rignya sedang ada di mana. Tapi, karena sudah biasa, ya dinikmati saja,” ujarnya, santai.
Total waktu yang ditempuhnya untuk sampai di lokasi kerja dari tempat tinggalnya di Kota Medan hingga Rig Harkuyu 14, setidaknya 9 jam. Waktu akan bertambah lagi manakala faktor cuaca buruk menghadang.

HIDUP MATI PEJUANG MIGAS
Andre dan juga sekitar 130-an pekerja rig Hakuryu 14, adalah para pejuang minyak dan gas (migas) Indonesia. Mereka berada di garis depan, menancapkan pipa, menembus bumi, tak peduli posisi rig mereka sedang berada di lepas pantai alias di tengah ganasnya lautan.
Kerja Andre dan kawan-kawan tak banyak diketahui publik. Ketika laut diterpa cuaca buruk. Angin badai, hujan deras yang mengakibatkan gelombang besar adalah pertarungan hidup-mati para pejuang migas ini.
Masyarakat hanya beropini; kerja pengeboran minyak hidupnya enak, fasilitas lengkap, punya asuransi, banyak duit karena gaji gede.
Tidak terekspos bagaimana para “perwira Pertamina” itu berjuang menancapkan pipa ribuan meter menembus bumi untuk mendapatkan minyak dan gas. Meninggalkan orang-orang terkasih di rumah, dan berada nun jauh di atas rig demi sebuah target produksi minyak dan gas untuk negeri.
Bayang-bayang ancaman kecelakaan kerja selalu ada. Mulai dari tranportasi saat menuju rig, cuaca buruk, alat-alat berat yang jatuh, kebakaran dan ledakan, hingga ancaman zat berbahaya seperti hidrogen sulfida (H2S) yang dilepaskan dari sumur saat pengeboran.
Sebuah laporan data berjudul “Cedera Fatal Dalam Operasi Minyak dan Gas Lepas Pantai” menyebutkan, tahun 2003-2010 di Amerika Serikat, tingkat kematian di Industri Migas khususnya di bidang offshore, 7 kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan dengan kematian bagi semua pekerja AS diantara tahun tersebut.
Peristiwa kebocoran minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko pada 20 April 2010, menjadi salah satu momok buruk bagi pekerja Migas di seluruh dunia. Peristiwa di anjung lepas pantai itu menyebabkan 11 pekerja migas tewas, 17 terluka dan akibat tumpahan jutaan barel minyak menyebabkan malapetaka lingkungan.
“Kalau ditanya apakah pernah saat perayaan Natal saya berada di atas rig meninggalkan keluarga, maka jawabannya pernah. Namun untuk beberapa tahun terakhir ini, kami sudah mengatur jadwal kerja jauh-jauh hari,” ujarnya.
Maksud mengatur jadwal kerja, Andre melanjutkan, agar tetap dapat merayakan hari Natal bersama keluarga, maka di tanggal 23 sampai 28 Desember diatur agar dirinya sedang off duty.
“Begitu juga saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kita atur supaya pada hari Raya tersebut, saya sedang on duty di rig agar teman saya (muslim) bisa off duty dan dapat merayakan lebaran bersama keluarga di rumah,” lanjut Andre.
***
Hari mulai gelap saat Andre Sitorus terhubung kembali kedua kali oleh Wartawan Beritakaltim. Melalui percakapan via telepon lebih satu jam lamanya, satu persatu terurai mengenai apa dan siapa sosok salah seorang pejuang migas ini.
Dilahirkan 19 Februari 1976, Andre termasuk pria yang suka dengan kehidupan menantang. Ini terlihat dari biodata yang dikirimkannya. Dia memilih pendidikan Latihan penerbang (PLP) Curug, Jawa Barat, dan berhasil lulus sebagai penerbang CPL Holder tahun 1998. Artinya, Andre punya lisensi sebagai penerbang pesawat komersil.
Tetapi, karena pada saat itu sedang terjadi krisis moneter di Indonesia, menyebabkan Andre tidak mendapatkan pekerjaan sebagai penerbang komersil. Atas saran orang tua, dia kembali ke bangku kuliah.
Lalu, dia melanjutkan kuliah ke Politeknik Manufaktur Negeri Bandung dan lulus tahun 2002.
Sejak itu, konsentrasinya ke dunia industri migas sudah mengakar kuat. Selepas sekolah dia langsung diterima di PT Dowell Anadrill Schlumberger (2002 – 2010), sebelum akhirnya berlabuh di perusahaan migas PT Total Indonesie E&P (2010 – 2017).
Ketika perusahaan Prancis itu habis kontrak dengan pemerintah Indonesia dan kemudian diakuisisi oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Andre termasuk seorang karyawan yang direkrut kembali.
Jadilah dia seperti yang terlihat sekarang. Menjadi seorang Company Man PT PHM.
Ayah dari dua orang anak ini juga telah mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan terkait keahliannya di dunia pengeboran minyak dan gas.
Sebut saja Cementing school (Bottersford UK, 2003), Advance cementing school (Bottersford UK, 2005), Downhole Tools & Acidizing (Bottesford UK, 2006), Oilfield Management for Field Personnel (Beijing, 2007) dan Deepwater Rig Operation (Kellyville, US 2009).
Pelatihan di dalam negeri yang pernah Andre ikuti diantaranya HPHT (High Pressure High Temperature), Balikpapan, 2023 dan International Well Control Forum di Bandung tahun 2024.
UNTUK ‘SIAMPUDAN’
Suami dari Monalisa Octaria Siagian ini dikaruniai dua anak. Pertama Karina Fidelis Sitorus, usia 16 tahun dan Pramudya Jochanan Sitorus, 10 tahun.
Saat bercerita mengenai keluarga, Andre begitu antusias. Karena ada separuh waktunya di luar kerja bersama keluarga, saat-saat itulah digunakan untuk membangun kebersemaan.
Terutama untuk anak kedua Andre, yang biasa oleh keluarga suku Batak disebut siampudan (anak bungsu).
“Anak kami yang kedua, Pramudya, berkebutuhan khusus. Jadi kalau off aku memberikan terapi ke anak kami itu dan melatih kemandiriannya. Aku punya sertifikat terapi untuk anak autis metode ABA,” ujarnya.
Metode ABA adalah Applied Behavior Analysis. Yaitu ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip dari teori perilaku yang bertujuan untuk mengubah, memperbaiki, dan meningkatkan perilaku spesifik menjadi perilaku yang diterima secara sosial.
Itulah sebabnya waktu untuk keluarga adalah bagian terpenting bagi Andre. Tiap hari dia harus memberikan pendidikan pelatihan untuk ‘siampudan’.
Terapi untuk ‘siampudan’ bersama terapis profesional 2 jam per hari, 3 kali seminggu. Selebihnya terapi mandiri oleh orang tua 4 – 5 jam setiap hari.
“Ya, durasi kita atur. Misal terapi satu jam, lalu anak dibiarkan bebas 1 jam, lalu lanjut lagi terapi 1 jam. Sebab jika dilakukan tanpa jeda, anak malah bosan dan terapi jadi tidak efisien,” Andre menjelaskan.
Tidak hanya soal terapi yang dipelajari Andre.
“Aku juga punya keterampilan sebagai pengrajin sepatu kulit. Keterampilan ini kupelajari dengan harapan bisa kuajarkan ke anakku itu untuk bekal masa depannya, karena dia sepertinya gak mungkin dapat pekerjaan formal. Jadi nanti waktu off, juga kugunakan untuk mengasah keterampilan pembuatan sepatu,” cerita Andre.
Sejak 2018. Andre mengaku sudah belajar teori pembuatan sepatu secara otodidak melalui buku dan video. Dia belajar membuat sepatu “hands on” di Bandung dengan para pengrajin sepatu di Cibaduyut Bandung.
***

Suatu hari, membuka tahun 2022, raut wajah Andre Sitorus dan tim yang bekerja di Rig Hakuryu-14 begitu berseri-seri. Pekerjaan mereka selama dua bulan berjibaku dengan berbagai cuaca lautan mencari minyak dan gas terjawab sempurna.
Sumur eksplorasi Manpatu-1x yang dikerjakan Andre bersama tim kerja PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sejak 20 Oktober 2021, membuahkan hasil.
Andre dan kawan-kawan berhasil menembuskan pipa sampai kedalaman 3776.4 meter. Dan pada tanggal 9 Desember 2021, perjuangan para pejuang Migas itu terlihat nyata.
“Itu salah satu temuan yang bikin kita ikut bangga. Buah dari kerja keras, meninggalkan keluarga, terbayar. Saya rasa semua pekerja rig saat itu sangat emosional, haru dan bangga,” cerita Andre.
Dari rilis berita yang beredar di media online menyebutkan, Andre dan tim menemukan (discovery) lapisan hidrokarbon minyak dan gas dengan total ketebalan Net Pay sebesar 207 meter pada interval Sepinggan Delta Sequence dan Sepinggan Carbonate Sequence.
Manpatu-1x adalah sumur eksplorasi di area South Mahakam di perairan lepas pantai Balikpapan. Menuju ke sumur itu, bisa menggunakan speedboat dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari pangkalan pelabuhan Jetty PT PHM di Senipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tanggal 3 Januari 2022, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, yang juga merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), melakukan Uji Alir yang pertama (Drill Steam Test/DST-1).
Dan, ternyata, target utama dengan rate gas sebesar 15 juta standar kaki kubik per hari dan kondensat sebesar 500 barel per hari, berjalan sukses.’
“Tidak sia-sia apa yang sudah direncanakan oleh perusahaan. Apalagi untuk melaksanakan pekerjaan ini termasuk berbiaya tinggi,” ucap Andre seraya menyebut kisaran angka 170 ribu dolar AS per hari untuk total biaya pekerjaan di rig tempatnya bekerja.
***
Dari pelabuhan Jetty di Kampung Senipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, gelombang laut terlihat tenang. Inilah bibir pantai kawasan WK (Wilayah Kerja) Mahakam yang menjadi tempat operasional PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Kawasan ini lebih dikenal dengan sebutan Delta Mahakam, karena letak geografisnya memang berada paling ujung Sungai Mahakam, bersambungan dengan Selat Makassar. Dengan bentangan laut terbuka seperti itu, cuaca yang tenang bisa saja tiba-tiba memburuk dengan datangnya badai.
Dulu, saat kawasan itu dikelola oleh PT Total Indonesie E&P, nama yang melekat di kawasan pengeboran minyak dan gas itu adalah Blok Mahakam.
Menurut data dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selain Andre Sitorus yang bekerja di Rig Hakuryu 14, anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) itu saat ini mengoperasikan sebanyak 5 rig, dengan jumlah pekerjanya kurang lebih ada 2.500 orang.
Mereka-mereka inilah tulang punggung Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Mereka adalah para pejuang migas,” ucap Azhari Idris, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kalimantan Sulawesi (SKK Migas Kalsul), dalam sebuah kesempatan bertemu dengan para wartawan.
Bahkan saat Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral dijabat oleh Rudi Rubiandini, pejabat ini menyebut para pekerja migas sebagai Pahlawan tanpa tanda jasa.
“Oleh karena itu, saya sering mengatakan, pantaslah teman-teman kita yang di lapangan, di ujung tombak, di laut, di gunung, di tempat-tempat yang susah ini, kita sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa,” tutur Rudi seperti dikutip dari berita media online tahun 2013 silam.
Tentu ada alasannya. Dari tangan dan keringat Andre bersama kawan-kawan pekerja lapangan itulah dihasilkan minyak dan gas, sehingga kebutuhan energi masyarakat maupun perusahaan-perusahaan terpenuhi. Kita sudah bisa membayangkan, apa yang terjadi jika BBM (bahan bakar minyak) menjadi langka.
Tahun 2023 lalu raihan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Migas, menurut data dari Ditjen Migas, tercatat sebesar Rp117 triliun. Ini belum termasuk dari sektor pajak.
“APBN itu, tubuhnya, tulang punggungnya, datang dari migas, dan teman-teman kita yang ada di lapangan babak belur. Mulai dari saat eksplorasi, eksploitasi, pengeboran, risiko kematian, risiko kebakaran mereka hadapi. Demi anak cucu di kemudian hari bisa menikmatinya,” cerita Rudi lagi.
Untuk PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sendiri, pada tahun 2023 telah memberikan kontribusi pendapatan ke Negara melalui SKK Migas sebesar 712 Milar Dolar AS dan membayar pajak dari keuntungan perusahaan sejumlah 124 Miliar Dolar AS.
“Kalau saya sih bekerja saja. Tugas kami adalah berusaha agar produksi migas oleh perusahaan kami terjaga dan berkesinambungan,” kata Andre menutup wawancara.
Menurut catatan dari PHM, sampai pada bulan September 2024, Blok Mahakam / WK Mahakam berhasil mencatatkan realisasi produksi minyak sebesar 25.3 Ribu bbls/day (barel per hari) sedangkan produksi gas well head sebesar 427 juta SCFD (Standard Cubic Feet per Day).
Kontribusi PT PHM untuk memenuhi kebutuhan negeri cukup vital. Mampu menekan impor Migas yang nilai rupiahnya bisa bikin jebol APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Data dari Ditjen Migas tahun 2024 ini menyebutkan, produksi minyak nasional rata-rata hanya berkisar di level 600 ribu bph (Barel Per Hari), sementara kebutuhan domestik sebesar 1,44 juta barel per hari. Lantaran itu, Indonesia mengimpor minyak dari berbagai negara dengan total 840 ribu barel per hari. Terdiri dari BBM sebesar 600 ribu bph dan minyak mentah sebesar 240 ribu bph. #
Penulis: Charles Siahaan, Reporter Beritakaltim
Comments are closed.