BeritaKaltim.Co

Jelang Pilkada, Bawaslu Gelar Rakor Dengan Stakeholder

BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) diwakili Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Akhmad Taufik Hidayat, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Bersama Stakeholder garapan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kukar, di Hotel Grand Elty Singgasana, Sabtu (9/11/2024).

Rakor bertema “Mewujudkan pemilihan kepala daerah 2024 di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berintegritas dan demokratis” itu diikuti unsur Forkopimda, para camat, lurah, perwakilan OPD terkait dan juga perwakilan partai, yang menghadirkan narasumber dari unsur akademisi Bambang Iswanto dan anggota KPU Kukar Wiwin.

Akhmad Taufik mengajak seluruh masyarakat Kukar, untuk menyukseskan gelaran lima tahunan ini dengan berbondong–bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) menekankan perlunya menjaga netralitas, dan sebagai abdi negara tidak boleh ada keberpihakan karena akan berpengaruh pada pelayan kepada masyarakat.

“Jadi netralitas mutlak bagi ASN, karena apabila dilanggar akan ada sanksinya,” tegas Akhmad Taufik Hidayat.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kukar Teguh Wibowo mengatakan, kegiatan rakor bersama stakeholder ini sangat penting karena menurut hitungan hari Pilkada kurang lebih tinggal 18 hari.

“Mungkin bagi masyarakat tidak terasa, tetapi bagi kami penyelenggara sangat terasa sekali perputaran waktunya,” kata Teguh Wibowo.

Teguh Wibowo mengungkapkan menurut catatan Bawaslu Kalimantan Timur (Kaltim) termasuk 5 besar provinsi yang rawan pelanggaran, dan untuk kabupaten Kutai Kartanegara urutan ke 48 kabupaten rawan pelanggaran.

“Tapi alhamdulillah mendekati delapan belas hari ini, daerah kita Kutai Kartanegara cukup kondusif,” jelas Teguh Wibowo.

Terkait laporan pelanggaran disebutkan Teguh, Bawaslu Kukar telah menangani 11 pelanggaran dengan berbagai jenis pelanggaran, dan itu masih taraf normal.

Teguh berharap kepada seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk menjaga persatuan dan kesatuan, karena itu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” pinta Teguh Wibowo.

Dalam rakor tersebut juga dilakukan pemaparan materi dari narasumber dan dialog.#

Editor: Hoesin KH

Comments are closed.