BeritaKaltim.Co

Awang Khalik: Banyak Pemain Monolog Berbakat Muncul

BERITAKALTIM.CO-Monolog sebagai bagian dari teater yang ada di Kaltim tak terlepas dari perkembangan teater yang ada, sehingga lomba monolog yang diadakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kaltim, mendapat dukungan positif dari berbagai kelompok teater yang ada di Kaltim.

Beberapa grup teater secara antusias menyambut tawaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kaltim dan langsung mendaftarkan diri ke panitia, namun karena keterbatasan waktu, dengan terpaksa pihak panitia membatasi diri dan hanya menerima peserta sesuai dengan yang diharapkan.

“Sebelum mereka mendaftar, pihak panitia meminta kepada grup teater untuk menyeleksi pemain yang akan mengikuti lomba, sebab kalau tidak di seleksi bisa dipastikan peserta akan membludak,” kata Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kaltim, Awang Khalik, di sela-sela pertunjukan Lomba Monolog di Taman Budaya Kaltim, Jum’at (15/11/2024).

Awang Khalik yakin, kalau tidak diseleksi oleh pimpinan atau sutradara grup teater, dipastikan banyak pemain teater yang akan
ikut lomba, menunjukkan kebolehan atau bakat dirinya sebagai pemain atau aktor teater, sebab banyak pemain teater yang berbakat dalam berakting.

“Adanya lomba monolog ini jelas akan menjadi ajang bagi pemain teater, untuk berbuat dan menunjukkan kemampuannya dalam berperan,” tambah Awang Khalik, salah satu tokoh teater di Kaltim.

Dipilihnya lomba monolog, menurut Awang Khalik tak terlepas dari hasil diskusi dengan teman-teman tokoh teater yang ada beberapa waktu lalu, sebab monolog merupakan titik dasar seorang pemain teater dalam berakting, sebelum bermain dalam sebuah pementasan.

“Kemampuan akting seorang pemeran dapat dilihat saat pemain memerankan tokoh dalam monolog, karena pemain yang mementaskan naskah secara monolog, maka akan diketahui dengan jelas kemampuan pemain, baik itu vokal, mendalami naskah, penghayatan atas naskah dan lain sebagainya yang kemudian dirangkum menjadi sebuah pertunjukan yang menarik dan mampu membawa penonton terpaku dan terpukau,” ungkap Awang Khalik.

Diakui Awang Khalik, pemilihan naskah untuk lomba cukup sulit, namun berkat kerja sama dengan rekan-tekan teater, maka dipilihnya beberapa naskah yang dirasakan cocok dan tepat untuk diperankan dalam lomba monolog itu.

Diharapkan Awang Khalik, dengan adanya lomba ini akan bermunculan bibit-bibit pemain teater yang berbakat, bisa mengembangkan seni peran pada tataran yang tepat dan membawa nama Kaltim dalam kancah lomba seni di Indonesia.#

Editor: Hoesin KH

Comments are closed.