BERITAKALTIM.CO-Perkembangan teater di Kaltim sepertinya merata, tidak hanya Samarinda dan Balikpapan yang selama ini menjadi barometer teater di Kaltim, melainkan sudah merambah ke Kutai Timur, Paser, Berau, Kutai Kartanegara, sehingga bisa dikatakan kemampuan pemain teater cukup berimbang.
Hal ini terlihat nyata saat Lomba Monolog dalam Kaltim Kemilau Fest 2024 yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur, di Taman Budaya Samarinda, pekan lalu.
Beberapa peserta yang kebanyakan adalah pemain teater di wilayahnya masing-masing beradu kemampuan dalam akting, olah vokal, olah tubuh, olah rasa dalam lomba monolog dengan juri yang tak perlu diragukan lagi.
Salah satu peserta dari Kabupaten Paser, Siti Ramadana yang hadir dengan Balada Sumarah karya Tentram Lestari, tampaknya cukup mampu menarik dewan juri dan berhasil menyabet sebagai penyaji terbaik ke 5.
Kemampuan Siti Ramadana dalam menerjemahkan naskah untuk dipentaskan cukup berhasil, Siti Ramadana mencoba memainkan sosok Sumarah dengan intensitas yang memukau, ditambah dengan kemampuan vokalnya yang tergolong bagus dan karakter peran sebagai Sumarah cukup berhasil.
Memang secara keseluruhan permainan Siti Ramadana masih ada kekurangan, namun cukup dimaklumi, sebab sebagai pemain yang baru belajar teater, Siti Ramadana menyadari akan kekurangannya itu.
“Dilihat dari keseluruhan pemain yang ikut lomba, saya sempat kaget dan pesimis bisa menjadi salah satu penyaji terbaik, pemain yang tampil sangat bagus-bagus, terlebih lagi mereka adalah pemain teater yang sudah lama berkecimpung di teater. Saya ikut ini adalah untuk menambah pengalaman dalam meniti kehidupan selanjutnya,” kata Siti Ramadana usai pentas.
Diakui Siti Ramadana, perkenalannya dengan teater tak lepas dari kesenangannya terhadap puisi dan drama yang sering dilihatnya di Youtube.
Dari kesenangannya itu, membuat Siti Ramadana mencari tahu apakah ada kelompok teater di Tanah Grogot dan secara kebetulan di sekolahnya ada ekstra kurikuler tentang teater. Maka Siti Ramadana masuk grup teater sekolah.
Diharapkan Siti Ramadana, lomba-lomba seperti ini bisa terus berlanjut, sehingga untuk ke depannya makin banyak pemain teater yang berbakat muncul dan mengharumkan kancah seni budaya Kaltim.#
Editor: Hoesin KH
Comments are closed.