BERITAKALTIM.CO – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, Joko Istanto, mengungkapkan keberhasilan signifikan dalam penurunan emisi karbon di sektor kehutanan. Berdasarkan perhitungan terbaru, Kalimantan Timur berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 3,5 juta ton metrik setara CO2 (CO2e) pada tahun 2024. Angka ini melebihi target awal yang ditetapkan sebesar 1,5 juta ton CO2e.
“Alhamdulillah, kita berhasil melampaui target penurunan emisi karbon sebesar 1,5 juta ton CO2e yang ditetapkan sebelumnya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kita mampu menurunkan hingga 3,5 juta ton CO2e di sektor kehutanan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” ujar Joko saat ditemui di Samarinda, Sabtu (7/12/2024).
Penghitungan ini dilakukan berdasarkan data tutupan lahan tahun 2023 dan difinalisasi dalam sebuah diskusi bersama sejumlah pihak.
“Penurunan ini mencerminkan komitmen serius Kalimantan Timur dalam mendukung target nasional penurunan emisi karbon sebesar 27 persen pada tahun 2030,” tambahnya.
Penurunan emisi sebesar 3,5 juta ton CO2e tidak hanya melampaui target provinsi tetapi juga berkontribusi signifikan pada program strategis nasional seperti Sustainable Joint Forestry Framework (SJFF). Program ini dirancang untuk memastikan sektor kehutanan menjadi salah satu pilar utama dalam mitigasi perubahan iklim.
“Kami terus mendorong program-program pengelolaan hutan berkelanjutan, seperti rehabilitasi hutan dan lahan, serta pengelolaan kawasan konservasi. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa strategi yang kami jalankan telah berada di jalur yang tepat,” jelas Joko.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pihak swasta juga menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan turut memberikan dukungan penuh dalam implementasi kebijakan ini.
Joko menegaskan, pencapaian ini hanyalah langkah awal. Kalimantan Timur akan terus berupaya mencapai target nasional dan memastikan emisi karbon di sektor kehutanan dapat ditekan lebih jauh.
Salah satu fokus utama adalah memperluas wilayah konservasi dan meningkatkan kapasitas hutan sebagai penyerap karbon.
“Kami optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat, target penurunan emisi karbon nasional sebesar 27 persen pada tahun 2030 dapat tercapai bahkan terlampaui. Kalimantan Timur siap menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mitigasi perubahan iklim,” pungkasnya.
Dengan keberhasilan ini, Kalimantan Timur semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang serius dalam mengelola isu lingkungan, sekaligus mendukung agenda pembangunan hijau yang berkelanjutan. #
Reporter : Yani | Editor : Wong | Adv Diskominfo kaltim
Comments are closed.