BeritaKaltim.Co

Bendungan Babulu dan Sumber Air Bersih Dioperasikan

BERITAKALTIM.CO – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan penyediaan air bersih, Bendungan Babulu yang terletak di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, resmi dioperasikan kembali setelah menjalani rehabilitasi besar-besaran.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, Sabtu (21/12/2024).

Fitra Firnanda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur, menjelaskan bahwa Bendungan Babulu yang dibangun sejak tahun 1978 dan mulai berfungsi penuh pada 1990, telah mengalami berbagai kerusakan akibat usia.

Dengan luas genangan mencapai 4,3 hektar dan fungsi utama mengaliri sawah seluas 328 hektar, potensi bendungan ini sebenarnya mampu mengairi hingga 520 hektar.

“Karena usia bendungan yang sudah mencapai 46 tahun, terjadi berbagai kerusakan pada tubuh bendungan, pintu air, hingga sedimentasi pada genangan. Hal ini menyebabkan fungsinya kurang optimal. Oleh karena itu, rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan dan meningkatkan kapasitasnya,” jelas Fitra.

Fitra juga menambahkan bahwa rehabilitasi ini sejalan dengan visi swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Proses rehabilitasi Bendungan Babulu dilakukan bekerja sama dengan Kodam VI/Mulawarman. Berkat sinergi ini, pekerjaan rehabilitasi berhasil diselesaikan dengan baik.

“Alhamdulillah, rehabilitasi selesai, dan hari ini kita resmikan penggunaannya. Bendungan ini kini mampu mengoptimalkan pengairan untuk pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan,” jelas Fitra Firnanda.

Selain peresmian Bendungan Babulu, acara tersebut juga sekaligus meresmikan empat sumur bor baru yang telah selesai dibangun. Sebelumnya, pada Juni 2024, satu sumur bor telah diresmikan.

Setiap sumur bor memiliki kapasitas 5 liter per detik, yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih hingga 500 kepala keluarga (KK) per titik.

“Air dari sumur bor ini telah diuji di laboratorium Sucofindo dan Balikpapan, dan hasilnya memenuhi standar untuk konsumsi air bersih. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air ini juga bisa digunakan untuk irigasi,” tambah Fitra.

Peresmian ini menandai komitmen Kalimantan Timur dalam menghadirkan solusi nyata untuk mengatasi tantangan di bidang infrastruktur air dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya tentang air dan bendungan, tetapi juga tentang masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” papar Fitra Firnanda.#

Reporter: Yani|Editor: Hoesin KH

Comments are closed.