BERITAKALTIM.CO – Berita duka. “Innalilahi Wainnailaihi Rojiun”. Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur dua periode (2008-2013 dan 2013-2018) meninggal dunia setelah masa kritis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Balikpapan, Minggu (22/12/2024). Jenasah dibawa ke Samarinda dan rencananya dimakamkan Senin (23/12/2024) di tanah kelahirannya, Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Berita yang beredar di grup-grup media sosial menyebutkan, Awang Faroek Ishak yang dulu akrab dengan sebutan AFI meninggal dunia pukul 21.15 Wita. Jenazah langsung diberangkatkan ke Samarinda menggunakan mobil ambulans menuju kediaman Awang Faroek Ishak di Jalan Barito Samarinda.
Terlihat turut mendampingi saat keberangkatan jenazah di RSUD Kanujoso, Pj Gubernur Akmal Malik dan Sekretaris Daerah Sri Wahyuni. Nampak juga mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.
Beberapa waktu sebelumnya, kabar mengenai kondisi AFI yang memburuk sudah beredar juga di media sosial. Disebutkan, sejak Minggu sore AFI sudah masuk ruang ICU rumah sakit di Balikpapan itu dalam kondisi kritis.
Tim medis terbaik langsung diturunkan melakukan monitoring dan tindakan yang diperlukan untuk menstabilkan kesehatan AFI. Namun ajal menjemputnya, setelah tim dokter berusaha kerasa menyelamatkan.
Awang Faroek Ishak lahir di Tenggarong 31 Juli 1948. Semasa hidupnya dikenal sebagai politisi, birokrat dan juga akademisi. Sebagai politisi dia pernah menjadi anggota DPR RI dua periode (1987-1992 dan tahun 1992-1997), Bupati Kutai Timur (1999 hingga 2003) dan Gubernur Kalimantan Timur (17 Desember 2008 – 18 September 2018).
Tempat berlabuh di partai politik terakhir adalah Nasdem. Dari partai yang dipimpun Surya Paloh ini, AFI duduk kembali sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024. Dia termasuk politisi yang gigih, sebab walau duduk di kursi roda tetap aktif menjadi legislatif yang berkantor di Senayan Jakarta.
Sebagai birokrat dia pernah menjadi Kepala Biro Lingkungan Hidup Setda Kaltim dan sebagai akademisi dia sebelumnya mengajar di Universitas Mulawarman.
Ada banyak kenangan yang dirasakan masyarakat Kaltim semasa AFI menjabat gubernur. Yang paling fenomenal adalah pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Melalui APBD Kaltim, Gubernur AFI saat itu nekat menggelontorkan anggaran untuk memulai perencanaan pembangunan jalan tol sepanjang 100 kilometer. Cita-citanya tercapai, sebab meski sempat terseok-seok pembangunannya, tapi semasa Presiden Jokowi periode pertama, langsung diselesaikan pengerjaannya dengan menggandeng BUMN.
Awang Faroek Ishak juga yang mencetuskan ‘Kaltim Green’, yaitu gerakan hijau untuk mengurangi emisi karbon. Kebijakan yang bersumber dari kesepakatan internasional itu sekarang membuahkan hasil, di mana Kaltim mendapat konpensasi dana karbon dari negara internasional. #
Editor: Wong
Comments are closed.