BeritaKaltim.Co

Yono Suherman: Safari Ramadan Contoh Nyata Kepedulian Pemerintah Kegiatan Keagamaan

BERITAKALTIM.CO- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Yono Suherman, menyatakan bahwa kegiatan Safari Ramadan yang digelar pemerintah Kota Balikpapan memiliki tujuan, untuk mempererat silaturahmi antara semua instansi, baik pemerintahan, mitra pemerintah, maupun masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah peduli dengan kegiatan keagamaan di bulan Ramadan.

“Safari Ramadan ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai contoh nyata kepada seluruh masyarakat bahwa pemerintah sangat peduli terhadap kegiatan-kegiatan yang berlangsung selama Ramadan, baik untuk meningkatkan keimanan maupun mempererat persaudaraan antar sesama,” ujarnya pada hari Rabu, 5 Maret 2025.

Yono Suherman menambahkan bahwa Safari Ramadan juga menjadi wujud kepedulian pemerintah kepada pondok pesantren dan panti asuhan di Balikpapan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih bagi pesantren dan panti asuhan, sehingga mereka merasakan perhatian yang sama dari pemerintah,” tambah Politisi Partai Nasdem.

Pemerintah Kota Balikpapan hadir di tengah masyarakat selama bulan Ramadan dengan tujuan untuk mengunjungi lebih dekat masyarakat yang selama ini mungkin sulit dijangkau karena keterbatasan waktu. Safari Ramadan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat.

“Safari Ramadan mengumpulkan anak-anak panti asuhan, tokoh masyarakat, dan ulama, termasuk Habib dan majelis taklim, yang ada di Balikpapan. Hal ini akan mempererat kinerja Pemerintah Kota Balikpapan, karena Balikpapan adalah kota iman. Kita ingin mempertegas visi kota ini, yaitu ‘Mahdinatul Iman,’ yang sesuai dengan tagline kita,” jelas Anggota DPRD Balikpapan Dapil Balikpapan Selatan.

Selain itu, Safari Ramadan juga diisi dengan kegiatan sosial seperti pembagian sembako kepada pondok pesantren yang ada di Balikpapan. Langkah ini sebagai bentuk komitmen pemerintah Kota Balikpapan, untuk peduli terhadap keberadaan pondok pesantren dan memperhatikan kebutuhannya.

“Balikpapan adalah miniatur Indonesia, dengan lebih dari 200 paguyuban yang mewakili berbagai suku dan agama. Oleh karena itu, kita harus saling menghormati dan mempererat hubungan antar agama,” tegas Yono.

Safari Ramadan yang digelar dua kali seminggu ini diharapkan dapat lebih mendekatkan tokoh agama dan masyarakat dengan pemerintah. “Ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan menyadari bahwa pemerintah Kota Balikpapan peduli terhadap kegiatan keagamaan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Dengan demikian, Safari Ramadan menjadi sarana penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen agama, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan saling menghormati antar sesama umat beragama di kota ini. #

Reporter: Niken | Editor: Wong

Comments are closed.