BERITAKALTIM.CO – Menyambut arus mudik, balik, dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur memastikan kesiapan penuh untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang merayakan Lebaran di kampung halaman.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Jaya Mualimin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian persiapan guna memastikan keselamatan dan kesehatan pemudik selama perjalanan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Polda Kalimantan Timur. Kami akan menempatkan tim kesehatan di beberapa posko yang ada di sepanjang jalur mudik. Posko ini akan tersebar di posko gabungan serta di Puskesmas-puskesmas yang berada di titik-titik rawan lalu lintas,” ujar Dr. Jaya saat ditemui di odah etam, Sabtu (15/3/2025).
Menurut Dr. Jaya, langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama arus mudik, seperti musibah, kecelakaan, ataupun kondisi darurat lainnya.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan mengaktifkan lebih dari 150 titik posko kesehatan yang tersebar di wilayah Kaltim.
“Setiap tahun, kami membuka hampir seluruh Puskesmas yang ada di jalur mudik. Tahun lalu, sekitar 188 Puskesmas yang ada di Kaltim sudah kita buka, dan tahun ini, kami akan memastikan lebih dari 150 titik posko kesehatan aktif untuk melayani masyarakat. Posko gabungan juga kami tempatkan di kota-kota yang rawan kecelakaan, seperti di Samarinda dan Balikpapan,” tambahnya.
Di kota Balikpapan, misalnya, Dinkes Kaltim akan menempatkan petugas kesehatan di Puskesmas Karang Joang, yang berada di Kilo 13, salah satu jalur mudik yang banyak dilalui pemudik.
Sementara di Samarinda, posko kesehatan akan ditempatkan di sepanjang Jalan Gajah Mada, salah satu jalur utama yang biasanya dipadati kendaraan saat arus mudik.
Selain menyiapkan posko di jalur utama, Dr. Jaya juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol dan Jasa Marga untuk memastikan bahwa jalur-jalur tol Balsam yang dilalui pemudik juga mendapatkan perhatian kesehatan yang optimal.
“Kami sudah menyerahkan kesiapan layanan kesehatan di jalur tol kepada Jasa Marga dan pengelola jalan tol Balsam, fokus pada titik-titik jalan tol, seperti di Kilo 38,” ujarnya.
Dalam hal kesiapan tenaga medis, Dr. Jaya menjelaskan bahwa pihaknya akan menyerahkan pelaksanaan tugas tersebut kepada masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
“Kami berharap setiap kabupaten dan kota sudah menyiapkan tenaga kesehatan yang siap bertugas. Kami akan terus memantau dan mengecek kesiapan posko kesehatan, serta memastikan tenaga medis yang ada dapat memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Sebagai tambahan, Dinkes Kaltim juga akan melakukan pengecekan langsung ke posko-posko kesehatan Jelang dan pada hari H, untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Selain pelayanan kesehatan rutin, Dinkes Kaltim juga akan mengedepankan layanan tanggap cepat untuk kasus-kasus darurat yang dapat terjadi selama perjalanan mudik.
“Kesehatan pemudik harus menjadi perhatian utama. Kami sudah menyiapkan tenaga medis dan peralatan medis untuk menghadapi segala kemungkinan, seperti kecelakaan lalu lintas, kelelahan, ataupun gangguan kesehatan lainnya,” pungkasnya. #
Reporter : Yani | Editor : Hoesin KH
Comments are closed.