BeritaKaltim.Co

Brida Kaltim Gandeng Akademisi Wujudkan Gratis Pol dan Jos Pol

BERITAKALTIM.CO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalimantan Timur (Kaltim), terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah yang berbasis data, riset, dan inovasi.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi erat dengan para peneliti dari perguruan tinggi di Kaltim, guna memperkuat fondasi ilmiah dalam menjalankan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, yakni Gratis Pol dan Jos Pol.

Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah, mengungkapkan bahwa pendekatan ini selaras dengan arahan pemerintah pusat dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, serta visi-misi Pemerintah Provinsi Kaltim untuk membangun daerah dengan pendekatan ilmiah dan inovatif.

“Kami di Brida memiliki dua fokus utama, yaitu riset dan inovasi. Seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemprov Kaltim harus berbasis pada hasil riset yang terukur dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Fitriansyah saat ditemui di Samarinda, Jumat (11/4/2025).

Brida telah memetakan berbagai kajian dan hasil riset terdahulu yang berkaitan langsung dengan program Gratis Pol dan Jos Pol.

“Hasil kajian tersebut akan dikompilasi dan diserahkan kepada tim transisi yang bertugas mengawal implementasi program secara teknis dan strategis,” tambah Fitriansyah.

Program Gratis Pol mencakup layanan pendidikan gratis hingga jenjang S3, pengobatan gratis, makanan bergizi bagi masyarakat kurang mampu, penyediaan Wifi desa, pengadaan seragam sekolah, layanan administrasi rumah, hingga pemberangkatan haji dan umrah bagi pengurus masjid.

Sementara itu, Jos Pol yang berfokus pada pengembangan ekonomi berbasis desa dan sektor produktif. Di antaranya adalah hilir isasi pertanian modern, pemanfaatan teknologi digital, insentif bagi guru dan penjaga rumah ibadah, penguatan ekonomi kreatif dan UMKM, pengembangan pariwisata berbasis desa, serta perbaikan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, fasilitas kesehatan, dan revitalisasi Sungai Mahakam.

Menurut Fitriansyah, dukungan riset sangat penting agar setiap kebijakan memiliki dasar ilmiah yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis maupun sosial.

“Kita ingin menjadikan Kaltim sebagai pusat inovasi dan investasi nasional, dan itu tidak bisa dilakukan tanpa fondasi riset yang kokoh. Kolaborasi antara pemerintah dan akademisi adalah kunci keberhasilan,” jelas Fitriansyah.#

Reporter : Yani | Editor : Hoesin KH

Comments are closed.