BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus bergerak cepat menangani dampak bencana longsor yang terjadi di tiga titik di wilayah Kecamatan Loa Janan, yakni di Desa Purwajaya, Loa janan, dan Batuah. Hingga kini, tercatat sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan akibat longsor yang terjadi pasca curah hujan tinggi pada Senin 12 mei 2025.
Asisten II Pemkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Dinas ESDM Kaltim, dalam upaya penanganan darurat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltim yang melalui ESDM sudah memfasilitasi dan membantu proses penanganan longsor ini. Bencana ini tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi di tiga lokasi sekaligus Purwajaya, Loa janan, dan Batuah,” ujar Ahyani saat ditemui di kantor Dinas ESDM Kaltim, Rabu (14/5/2025).
Menurutnya, penanganan tahap awal difokuskan pada pembersihan material longsor yang menutup jalan dan aliran sungai. Kondisi ini sudah mulai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kemacetan parah yang terjadi setiap pagi dan malam hari.
“Kalau kita lewat jalan itu sekarang, apalagi jam 7 ke atas, macetnya luar biasa. Ini harus segera dibersihkan agar tidak menghambat aktivitas warga,” jelasnya.
Ahyani menyebut ada dua perusahaan yang telah menyatakan siap membantu penanganan pasca-bencana, yaitu PT PAMA ABKL, PT Insani. Kedua perusahaan ini akan menurunkan alat berat untuk mempercepat pembersihan jalur serta normalisasi anak sungai yang terdampak.
“Bantuan dari perusahaan-perusahaan ini sangat penting, terutama untuk pengerahan ekskavator dan alat berat lainnya. Selain membersihkan jalan, kami juga fokus pada normalisasi sungai karena kalau aliran air masih tersumbat, bisa menyebabkan banjir susulan,” katanya.
Untuk kebutuhan mendesak, Pemkab Kukar juga sudah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, serta mendirikan dapur umum bagi warga terdampak.
Ahyani mengatakan, dapur umum ini dibangun untuk warga yang direlokasi sementara karena rumah mereka tak lagi layak huni.
“Pemkab telah menyalurkan bantuan makanan melalui kepala desa. Kita juga sudah siapkan dapur umum untuk warga terdampak,” tambahnya.
Terkait kerusakan rumah, data sementara mencatat ada 15 rumah warga yang terdampak, baik rusak ringan maupun berat. Ahyani menegaskan bahwa kawasan tersebut sudah tidak layak huni dan perlu dilakukan relokasi.
“Secara keseluruhan, wilayah permukiman yang terdampak ini memang sudah tidak layak lagi untuk ditinggali. Ke depan kami akan membangun rumah sewa model relokasi untuk warga terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini sedang melakukan survei dan investigasi lanjutan untuk mengetahui kebutuhan alat, volume pekerjaan, serta estimasi kerugian yang ditimbulkan.
Relokasi akan dilakukan di atas lahan yang disiapkan oleh desa atau yang dimiliki masyarakat terdampak.
“Nanti kita akan sesuaikan, apakah lahannya disiapkan oleh desa atau warga sendiri. Kalau tanahnya ada, kami yang akan bangunkan rumahnya. Prosesnya akan disatukan dengan koordinasi dari kepala desa,” pungkasnya.
Hingga kini, pendataan kerugian masih berlangsung. Pemkab Kukar memastikan penanganan akan dilakukan secara bertahap, dengan mengedepankan keselamatan dan kenyamanan warga.
Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan perusahaan di sekitar wilayah bencana untuk mempercepat proses pemulihan.
Reporter : Yani | Editor : Wong | Adv
Comments are closed.