BeritaKaltim.Co

Atasi Banjir di Wonorejo, Halili Adinegara Lakukan Pengerukan Sedimen dan Pelebaran Drainase

BERITAKALTIM.CO-Dalam upaya mengatasi persoalan banjir yang telah lama menghantui warga Wonorejo, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, menggagas pengerjaan pelebaran drainase dan pengerukan sedimen di sejumlah titik rawan di Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

Pekerjaan fisik tersebut dimulai sejak Minggu (1/6/2025) dan difokuskan pada wilayah RT 34, RT 51, dan RT 56. “Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut dari hasil reses pertama saya yang digelar 22 April lalu. Hari ini fokus pengerjaan di RT 34, RT 51, dan RT 56, besok akan berlanjut ke RT 51,” jelas Halili kepada Beritakaltim.co.

Drainase yang dibangun memiliki panjang sekitar 700 meter. Setelah pengerjaan di tiga RT tersebut rampung, Halili berencana melanjutkan pelebaran drainase di sisi Perumahan Kelapa Gading. “Ini juga berdasarkan aspirasi warga yang saya tampung saat reses. Sudah saya komunikasikan ke Dinas PU melalui Kabid SDA agar bisa masuk dalam anggaran fisik tahun 2026,” tambahnya.

Legislator dari Fraksi PKB ini menyebutkan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan drainase sebagai proyek percontohan diperkirakan mencapai Rp800 juta hingga Rp1 miliar. Namun, untuk sementara, pengerjaan dilakukan secara swadaya bersama Ketua RT setempat, dengan bantuan alat berat pinjaman dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan.

Permasalahan banjir di kawasan Wonorejo bukan hal baru. Halili menyebut banjir telah menjadi persoalan sejak tahun 2000, diperparah oleh masalah status lahan. Namun, ia mengaku telah menjalin koordinasi dengan beberapa pemilik lahan untuk membuka akses pengerjaan.

“Insyaallah pengerjaan bisa dilakukan, dengan catatan titik di samping Perumahan Kelapa Gading diprioritaskan lebih dulu. Saya juga berharap pemilik lahan lainnya tergerak hatinya untuk memberikan akses, demi kepentingan masyarakat luas,” ungkap purnawirawan TNI ini.

Halili menjelaskan bahwa RT 51, 34, dan 56 merupakan wilayah cekungan yang menerima limpahan air dari tujuh RT di sekitarnya, yakni RT 32, 37, 38, 39, 40, 52, dan 53. “Air dari tujuh RT bermuara ke RT 51, makanya kawasan Wonorejo seperti menjadi titik kumpul air. Kondisinya seperti melengkung,” jelasnya.

Ia berharap upaya ini menjadi langkah awal yang konkret dalam menyelesaikan persoalan banjir di Kota Balikpapan khususnya di Balikpapan Utara secara berkelanjutan.

Comments are closed.