BeritaKaltim.Co

Satgas TPID Balikpapan Gelar Pasar Murah, Upaya Kendalikan Inflasi

BERITAKALTIM.CO- Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan meringankan beban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Satuan Tugas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Satgas TPID) Kota Balikpapan, menggelar Pasar Murah di Kecamatan Balikpapan Barat.

Kegiatan ini menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta menjadi salah satu langkah strategis dalam pengendalian inflasi di daerah.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan dan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Balikpapan.

“Pemkot berencana menggelar pasar murah di setiap kecamatan secara berkala. Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Bank Indonesia dan Bulog agar kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan setiap bulan di beberapa lokasi,” ujar Bagus saat melakukan peninjauan Pasar Murah, di Pasar Inpres Balikpapan, Selasa (3/6/2025).

Bagus menekankan pentingnya pemerataan pasar murah di seluruh wilayah, agar tidak menimbulkan kecemburuan antarwarga. Kesiapan distributor dalam penyediaan stok juga menjadi faktor pendukung utama.

“Saya sangat mendukung agar pasar murah ini bisa merata di seluruh kecamatan. Ini demi keadilan bagi semua warga,” tambah Bagus.

Terkait kondisi inflasi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa pada bulan Mei 2025, Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,28 persen, lebih rendah dibandingkan bulan April.

“Sementara inflasi tahunan hingga Mei 2025 tercatat sebesar 1,01 persen. Ini merupakan angka terendah di Kalimantan Timur, jauh di bawah target nasional sebesar 2,5 persen,” jelas Robi.

Robi menambahkan, kegiatan seperti pasar murah sangat penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya memicu lonjakan harga.

Sementara itu, Kepala Bulog Kaltimra, Mersi Windrayani, memastikan bahwa stok bahan pokok dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog memiliki sekitar 7.000 ton beras di gudang, yang diperkirakan cukup untuk lima bulan ke depan.

“Selain beras, kami juga memiliki stok minyak goreng dan gula yang juga masih aman untuk empat hingga lima bulan ke depan,” kata Mersi.

Sinergi antara pemerintah kota, Bank Indonesia, dan Bulog, pelaksanaan pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta menjaga kestabilan ekonomi daerah secara keseluruhan.#

Reporter: Niken|Editor: Hoesin KH

Comments are closed.