BeritaKaltim.Co

Dinkes Kaltim Dorong Penguatan Peran KOPI TB dalam Eliminasi TBC

BERITAKALTIM.CO – Dalam upaya memperkuat peran organisasi profesi dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menggelar pertemuan kerja dan koordinasi bersama Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan TBC (KOPI TB) di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jalan A. Wahab Sjahranie, Samarinda, Kamis (3/7/2025).

Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi percepatan eliminasi TBC di Kalimantan Timur, sejalan dengan target nasional dan global dalam memerangi penyakit menular tersebut.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Pada tahun 2022, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India dengan estimasi insiden sebesar 960 ribu kasus. Sekitar 70 persen dari kasus tersebut telah ternotifikasi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltim, Setyo Budi Basuki.

Ia menambahkan bahwa Indonesia menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030, lebih cepat dari target global dalam End TB Strategy yang ditetapkan berakhir pada 2035.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Peran organisasi profesi sangat krusial untuk menggerakkan para anggotanya agar aktif dalam penemuan dan penanganan kasus TBC sampai tuntas sesuai standar,” kata Setyo.

KOPI TB Provinsi Kaltim dibentuk sebagai wadah kolaborasi antarorganisasi profesi dalam mendukung program penanggulangan TBC.

Namun demikian, capaian program di Kaltim hingga triwulan kedua 2025 masih jauh dari target.

“Capaian treatment coverage baru mencapai 24 persen dan pelaksanaan Terapi Pencegahan TBC (TPT) baru sebesar lima persen,” ungkapnya.

Beberapa hambatan utama yang dihadapi antara lain masih rendahnya partisipasi anggota organisasi profesi dalam penemuan dini kasus, belum sejalannya pemahaman anggota terhadap program, serta masih adanya penolakan dalam pelaksanaan TPT.

Rapat koordinasi ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain mempererat kerja sama lintas profesi dalam pengendalian TBC.

Pertemuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan anggota profesi dalam pelaporan wajib kasus TBC, serta memastikan penanganan yang sesuai standar di setiap fasilitas layanan kesehatan.

“Fokus kita adalah mendekatkan layanan TBC kepada masyarakat dan meningkatkan cakupan TPT untuk kasus laten, terutama di tingkat layanan primer,” pungkasnya.

Reporter : Yani | Editor : Wong

Comments are closed.