BERITAKALTIM.CO- Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H. Rudy Mas’ud, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang mewujudkan pembangunan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Regional Kalimantan di Kota Balikpapan.
Peletakan batu pertama kantor ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat koordinasi dan pengawasan lingkungan hidup di wilayah yang kini menjadi sorotan nasional, terutama dalam konteks pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Kami meyakini kantor ini akan menjadi penguat dalam pengendalian lingkungan yang lebih terintegrasi, terlebih Kalimantan Timur adalah rumah bagi kekayaan ekologis Indonesia dan juga etalase masa depan negara melalui kehadiran IKN,” kata Gubernur Rudy pada saat Ground Breaking Kantor Pusat Lingkungan Hidup Kalimantan, di Kelurahan Sungai Nangka Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Jumat, 4 Juli 2025.
Ia menegaskan bahwa Kalimantan Timur, yang dikenal sebagai benteng terakhir ekosistem tropis, menghadapi tantangan berat seperti perubahan iklim, kerusakan kawasan lindung, dan kepunahan spesies. Salah satunya adalah keberadaan Pesut Mahakam, satwa endemik yang kini hanya tersisa 62 ekor.
“Kami baru saja bersama Pak Menteri mengunjungi Desa Pela, tempat habitat Pesut Mahakam. Ini menjadi alarm bagi kita semua, bahwa perlindungan ekosistem tidak bisa ditunda,” tambahnya.
Gubernur juga menyinggung insiden pencemaran besar di tahun 2018 ketika pipa minyak di Teluk Balikpapan bocor dan menyebabkan laut menyala. Ia menyebut insiden tersebut sebagai konsekuensi mahal dari kelalaian, dan mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran penting agar tak terulang.
“Pembangunan Pusdal LH ini juga harus menjadi titik tolak sinergi pusat-daerah dalam mencegah pencemaran lintas wilayah, termasuk pencemaran akibat aktivitas ship-to-ship (STS) yang saat ini perlu dikaji secara komprehensif,” ujarnya.
Pusdal LH diharapkan tidak hanya sebagai kantor administratif, melainkan pusat data, riset, dan edukasi publik mengenai pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan.
Gubernur Rudy menyampaikan bahwa dengan pembangunan infrastruktur utama IKN termasuk rumah dinas Wakil Presiden, pendopo, dan gedung legislatif-yudikatif yang diperkirakan rampung pada akhir 2027, maka pemindahan IKN akan dimulai secara penuh pada 2028.
“Investasi besar negara ini di IKN harus dijaga dengan ekosistem yang kuat. Karena itu, Kalimantan Timur berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan pembangunan,” tegasnya.
Ia berharap besar agar Pusdal LH Kalimantan dapat menjadi pusat inovasi lingkungan yang adaptif, tangguh, dan progresif, serta mendorong lahirnya kebijakan pemulihan lingkungan yang berbasis kolaborasi lintas sektor dan wilayah. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.