BeritaKaltim.Co

Sekolah Rakyat di Samarinda Siap Dimulai, Fasilitas Sudah Siap Tinggal Menunggu Siswa

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah telah menetapkan tiga titik lokasi untuk rintisan Sekolah Rakyat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Salah satunya terletak di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Jalan Pangeran Untung Suropati, Sungai Kunjang.

Program ini merupakan bentuk inovasi layanan pendidikan berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di Kalimantan Timur, Samarinda menjadi satu-satunya daerah yang lahannya telah divalidasi pemerintah pusat untuk pembangunan fisik Sekolah Rakyat tahun ini.

Sekolah Rakyat ini nantinya akan berlokasi permanen di kawasan Stadion Utama Palaran, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa untuk jenjang SD hingga SMA.

Namun karena pembangunan sekolah belum rampung, tiga lokasi telah ditunjuk untuk menjalankan program rintisan selama satu tahun, yakni SMAN 16 Samarinda, BPMP Samarinda, dan BPVP Samarinda.

BPVP Samarinda yang menjadi salah satu lokasi rintisan, kini sudah dalam kondisi siap digunakan.

Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara BPVP Samarinda, Surahman Padhadiyatul, memastikan semua fasilitas penunjang telah tersedia.

“Asrama total ada 30 kamar, dua lantai. Setiap kamar bisa diisi enam ranjang bertingkat, semuanya ber-AC. Jadi kapasitas bisa lebih dari 180 siswa,” kata Surahman saat ditemui di BPVP, Selasa (9/7/2025).

Selain asrama, BPVP juga menyiapkan empat ruang kelas dengan daya tampung masing-masing 25 siswa.

Kelas dibagi berdasarkan jenjang: dua kelas SD, satu kelas SMP, dan satu kelas SMA. Aula besar juga tersedia dan akan difungsikan sebagai ruang serbaguna.

“Ruang kelas sudah ada, tinggal ditambahkan kursi dan meja. Tapi kami minta tetap standar sekolahan, bukan kursi lipat,” ujar Surahman.

Tenaga pendidik dan pengelola sekolah, termasuk kepala sekolah, wali kelas, dan wali asuh, disiapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Sementara proses pendaftaran dan seleksi siswa dilakukan langsung oleh Dinas Sosial Kota Samarinda.

Menurut Surahman, jumlah siswa tahun ajaran ini ditargetkan sekitar 100 anak, dengan komposisi dua kelas SD, satu SMP, dan satu SMA. Namun hingga kini, rekrutmen siswa SD masih dalam proses pendataan.

“Awalnya rencana BPVP mengelola dua rombel SMP dan dua SMA. Tapi kemudian disesuaikan, jadi dua SD, satu SMP, dan satu SMA. Karena ada kelebihan pendaftar di rombel, jadi sebagian harus diundur dulu,” jelasnya.

Surahman mengatakan, sebenarnya sekolah rintisan ini dijadwalkan dimulai pada 14 Juni 2025. Namun karena belum semua peserta jenjang SD dan SMP terpenuhi, pelaksanaan ditunda.

Dari sisi fasilitas, BPVP menyatakan siap. “Listrik juga aman, daya kita 33.000 watt. Kantin kita bisa menampung 280 orang. Semua tinggal menunggu teknis dari Dinsos dan Kemensos,” ucapnya.

Meskipun ruang belajar sudah siap, Surahman mengakui belum mengetahui standar kurikulum maupun mekanisme pengajaran yang akan diterapkan. Mereka hanya ditugaskan untuk menyiapkan tempat.

“Kami hanya menyediakan lahan, ruang belajar, dan asrama. Soal kurikulum, pengajar, dan teknis pembelajaran nanti ditentukan oleh Kemensos dan Dinsos. Kami siap mendukung,” ujarnya.

Karena masih berstatus rintisan, seluruh fasilitas BPVP untuk Sekolah Rakyat ini bersifat sementara. Begitu gedung permanen selesai dibangun, seluruh kegiatan belajar-mengajar akan dipindahkan ke lokasi baru.

“Nanti aset-aset yang sekarang dipakai akan dibawa ke sekolah yang sudah jadi. Kita siapkan semua sebaik mungkin karena ini sementara tapi serius,” pungkasnya.

Reporter : Yani | Editor : Wong

Comments are closed.