BERITAKALTIM.CO-Kepedulian masyarakat terhadap anak-anak kembali terlihat di momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025. Sebanyak 15 anak binaan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, menerima bantuan sepatu gratis dari Pedagang Klandasan II.
Penyerahan dilakukan secara simbolis di Taman Bekapai Balikpapan pada Rabu (23/7/2025), dengan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan.
Pendamping Forum Anak DP3AKB, Sofya Anita, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam memperingati HAN, khususnya kepada para pedagang Klandasan II yang telah menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian masyarakat, khususnya kepada Sekretaris Pedagang Klandasan II, yang sudah peduli kepada anak-anak binaan kami. Ini sangat berarti untuk mereka,” ungkap Sofya.
Ia berharap, perhatian seperti ini menjadi pemacu semangat anak-anak untuk terus bersekolah dan tidak merasa berbeda dengan anak-anak lainnya.
Menurutnya, momen HAN dengan tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” seharusnya menjadi dorongan agar semua anak, tanpa terkecuali, mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan dan perkembangan.
“Mudah-mudahan perhatian masyarakat dan pemerintah terus berlanjut, agar anak-anak yang kurang beruntung juga memiliki masa depan cerah,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Pedagang Klandasan II, Yulius Adam, mengungkapkan bahwa bantuan sepatu ini sebagai bentuk dukungan moral kepada anak-anak yang telah kembali semangat untuk bersekolah setelah sebelumnya sempat putus sekolah.
“Awalnya kami siapkan 12 pasang sepatu, tapi kami tambahkan jadi 15 karena sesuai dengan permintaan. Anak-anak ini sudah mau kembali bersekolah, ini bentuk semangat untuk mereka,” kata Yulius.
Ia menambahkan bahwa para pedagang sangat antusias memberikan bantuan dan berharap aksi sosial ini menjadi motivasi bagi anak-anak agar terus belajar dan tumbuh menjadi generasi penerus yang kuat dan membanggakan.
Staf Bidang Trantib Kelurahan Klandasan Ulu, Muhammad Darmanto, menceritakan bahwa program bantuan sepatu ini telah dimulai sejak tahun 2023. Gagasan ini muncul setelah pihak kelurahan menemukan beberapa anak yang bersekolah dengan sandal atau sepatu robek karena keterbatasan ekonomi.
“Kami kemudian berinisiatif berkoordinasi dengan para pedagang untuk membantu. Ternyata mereka mau, dan sampai sekarang bantuan masih terus berjalan,” ujar Darmanto.
Ia memastikan bahwa pihak kelurahan dan PPATBM akan terus menjalin sinergi dengan masyarakat, khususnya para pedagang, untuk mendukung pendidikan anak-anak yang membutuhkan. “Kapan pun PPATBM minta bantuan, kami akan support,” tegasnya.
Pemberian sepatu ini mungkin sederhana, tetapi dampaknya besar. Ini bukan hanya soal alas kaki, tapi tentang dukungan, semangat, dan harapan yang diberikan kepada anak-anak agar terus melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis: Niken | Editor: Wong | Adv
Comments are closed.