BERITAKALTIM.CO-Matahari enggan menampakkan sinarnya, suasana mendung menyelimuti wilayah Kelurahan Sempaja Timur, utamanya di wilayah RT 048 Turi Putih, menimbulkan rasa sejuk yang menyergap dada.
Puluhan warga laki-laki perempuan turun ke Kampung Salai (sampah yang bernilai) di lingkungan RT 048, bahu membahu bergotong royong membersihkan lingkungan yang ada.
Meskipun wilayah RT 048 terlihat bersih, minimal satu bulan sekali, seluruh warga ikut bergotong royong membersihkan lingkungan yang ada, sehingga suasana wilayah terlihat bersih, jauh dari kesan kotor dan kumuh, yang ada sebuah lingkungan asri dan menyejukkan.
Sementara itu di Kampung Salai RT 048 Turi Putih, beberapa warga ikut bergotong royong membersihkan sampah yang berserakan karena daun-daun yang gugur, serta melakukan pembenahan kerapian yang ada, semua warga tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing yang dipandu Ketua RT 048 H Rusniansyah.
Rasa kebersamaan demikian tercermin jelas, terlebih lagi Lurah Kelurahan Sempaja Timur Yuliani ikut turun dan terlibat dalam kesibukan yang ada di RT 048 Kelurahan Sempaja Timur, dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau dan berseri.
Bagi Yuliani, kepedulian warga RT 048 terhadap kebersihan lingkungan patutlah diacungi jempol, terutama dalam memadukan berbagai inisiatif ramah lingkungan.
Diakui Yuliani, dari 54 RT yang ada di Kelurahan Sempaja Timur, hanya 5 RT yang menggerakkan kampung Salai, masih banyak RT yang sepertinya tidak atau belum memperhatikan lingkungan yang ada.
“Namun ada juga beberapa RT yang sudah mulai memperhatikan lingkungan dengan mengimbau warganya, untuk memilah sampah dan kemudian disalurkan ke RT terdekat yang sudah mempunyai bank sampah,” kata Yuliani di sela-sela kegiatan gotong royong Kampung Salai RT 048 Turi Putih.
Yuliani berharap di masa depan, banyak RT yang mulai melakukan pendekatan terhadap permasalahan dan pemanfaatan sampah yang ada di lingkungan, dan kemudian berkembang menjadi bank sampah di masing-masing RT.
Ditekankan Yuliani, persoalan sampah yang ada di Sempaja Timur dan Kota Samarinda cukup pelik dan perlu perhatian masyarakat, namun kalau masyarakat dilibatkan dan terlibat dalam pengelolaan sampah, maka permasalahan sampah di Samarinda bisa terkurangi dan keinginan Pemkab Kota Samarinda yang menjadikan Samarinda Pusat Peradaban, bisa terlaksana.#
Editor: Hoesin KH
Comments are closed.