BERITAKALTIM.CO-Kota Balikpapan telah meraih penghargaan sebagai salah satu kota dengan kinerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik Tingkat Nasional ditahun 2024. Dengan diraihnya penghargaan ini membuktikan, bahwa Pemerintah Daerah telah menerapkan digitalisasi secara optimal.
Tujuan dari TP2DD dibentuk, untuk mendorong implementasi transaksi keuangan digital pemerintah daerah, guna meningkatkan transparasi, efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TP2DD Balikpapan merupakan wadah bersinergi dan berkolaborasi antara pemerintah daerah salah satunya BPPDRD, Bank Indonesia dan berbagai stakeholder.
Kepala Badan Pendapatan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham mengatakan pemerintah kota balikpapan terus berkomitmen untuk mengembangkan sistem dan aplikasi secara digital. Serta, memberikan sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat terkait pelayanan pemanfaatan kanal digital.
Salah satu percepatan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah yang diluncurkan pada tanggal 2 Juli 2025 adalah SP2D Online dan Mobil Pelayanan Pajak Daerah. Selain itu juga, perluasan aplikasi pembayaran pajak daerah dapat diunduh di Google Play dan App Store dengan nama Kontengan. “Kita memberikan fasilitas kepada masyarakat dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya, Kamis, 31 Juli 2025.
Dengan adanya digitalisasi, kata Idham terjadi peningkatan baik secara digital maupun realisasi secara target. Untuk realisasi khususnya pajak daerah ini sudah di angka 45 persen dari 11 jenis pajak. “Kita terus mengoptimalkan untuk bisa mencapai target Rp 1.053 Triliun ditahun 2025,” ungkapnya.
Meskipun, kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tingkat daya beli masyarakat Balikpapan masih terjaga. Hal ini terdata dari restoran, cafe, rumah makan yang masih mendongkrak PAD Kota Balikpapan. Termasuk, pajak hotel, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). “Insyaallah kita terus optimalkan semua pencapaian,” tambahnya.
Dikesempatan berbeda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah menjadi program prioritas Presiden RI ke 8 yang dituangkan dalam misi Asta Cita, dengan tujuan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Kami seluruh anggota TP2DD berkomitmen penuh untuk mendukung perluasan digitalisasi daerah dan menguatkan Kota Balikpapan sebagai kota digital,” ucap Robi.
Seiring dengan perluasan implementasi pembayaran non tunai di berbagai sektor, ekosistem digital di Kota Balikpapan semakin bertumbuh. Tercermin dari pertumbuhan pengguna QRIS pada bulan Mei 2025 mencapai 4,5 juta transaksi atau meningkat sebesar 128,88% (yoy).
Pencapaian yang dilakukan TP2DD mendapat apresiasi dari Ketua Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah selaku mitra kerja dari BPPDRD Balikpapan. “Kami selalu mendorong yang berkaitan dengan peningkatan PAD,” katanya.
Menurutnya, percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah sangat penting. Mengingat, diera teknologi saat ini khususnya dalam pembayaran maupun pelaporan pajak. Masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, detail dan akurat. “Ini sangat penting,” sebutnya.
Sementara itu, seorang warga Balikpapan Utara, Ali mengungkapkan bahwa pembayaran digitalisasi berupa QRIS sangat membantu didalam kesehariannya. “Kita jadi lebih mudah dengan QRIS. Kita tidak perlu bigung jika tidak punya uang cash untuk membeli, karena dengan QRIS kita bisa membeli dan sebagian besar toko sudah menyediakan itu,” pungkasnya. #
Reporter: Niken Sulastri
Comments are closed.