BeritaKaltim.Co

Tim SAR Cari Normansyah yang Hilang di Perairan Sungai Mahakam Sekitar Selili

BERITAKALTIM.CO – Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menyampaikan keterangan resmi terkait operasi SAR pada kecelakaan kapal di Perairan Sungai Mahakam, Kelurahan Selili, Samarinda, Kalimantan Timur.

Menurutnya, kejadian bermula pada Kamis, 14 Agustus 2025 sekitar pukul 16.00 WITA, ketika korban bernama Normansyah (44 tahun) berangkat mencari kayu bakar dengan menggunakan perahu kecil. Tak lama kemudian, sekitar pukul 16.30 WITA, warga melihat perahu yang digunakan korban sudah dalam keadaan terbalik dan korban diduga terjatuh ke sungai.

Korban tidak terlihat kembali hingga akhirnya pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Samarinda pada Jumat dini hari, 15 Agustus 2025 pukul 05.45 WITA.

“Begitu menerima laporan, tim Rescue Pos SAR Samarinda segera bergerak ke lokasi kejadian pada pukul 06.00 WITA dengan membawa peralatan selam, rubber boat, drone thermal, serta alut pendukung lainnya. Unsur gabungan dari Polairud, BPBD, Damkar, relawan, dan masyarakat juga ikut membantu pencarian,” jelas Mardi Sianturi.

Pencarian berlangsung selama tiga hari. Tim SAR melakukan penyisiran di perairan, penyelaman di titik-titik yang dicurigai, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal. Namun faktor arus deras Sungai Mahakam menjadi tantangan utama dalam operasi ini.

“Alhamdulillah, pada Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 17.00 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 3,5 kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya, korban dievakuasi ke rumah duka sesuai permintaan keluarga,” terang Mardi.

Ia menambahkan, setelah korban ditemukan, seluruh unsur melaksanakan debriefing bersama pada pukul 18.00 WITA. Dengan demikian, operasi SAR resmi ditutup dan semua unsur kembali ke status kesiapsiagaan.

“Atas nama Basarnas, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, relawan, hingga masyarakat yang dengan tulus mendukung upaya pencarian korban,” pungkas Mardi Sianturi. #

Editor: Wong

Comments are closed.