BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat program penyediaan akses internet gratis di desa-desa melalui inisiatif Internet Desa yang menjadi bagian dari program Gratispol.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim, H.M. Faisal, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah 441 desa dari total 841 desa di Kaltim telah terpasang akses internet gratis, atau sekitar 52 persen.
“Target kami adalah seluruh desa di Kalimantan Timur bisa terhubung dengan akses internet, khususnya di kantor desa sebagai pusat pelayanan publik. Untuk tahun ini, kami fokus memasang satu titik internet di setiap desa, yang dibiayai penuh oleh pemerintah provinsi hingga lima tahun ke depan, seiring masa jabatan Gubernur Kaltim,” ujar Faisal di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Jumat (29/8/2025).
Faisal menambahkan, pemasangan internet di kantor desa diharapkan tidak hanya dimanfaatkan pada jam kerja, tetapi juga dapat diakses warga di sore dan malam hari melalui jaringan WiFi gratis.
Dengan demikian, masyarakat desa dapat menikmati akses informasi yang lebih luas dan mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah menggandeng empat provider utama, yakni Telkom, Telkomsel, Icon+, dan Comtelindo. Secara teknis, prioritas utama pemasangan menggunakan kabel fiber optik (cable-on-tip) untuk menjamin kualitas dan kecepatan akses internet.
Namun, untuk wilayah yang sulit dijangkau kabel, digunakan teknologi wireless dan satelit sebagai alternatif terakhir.
“Jaringan internet kami bangun dengan pendekatan bertingkat, mulai dari kabel, wireless, hingga satelit. Hal ini agar tidak ada desa yang tertinggal meskipun secara geografis sulit dijangkau,” kata Faisal.
Perinciannya, hingga kini beberapa kabupaten telah menunjukkan progres positif dalam pemasangan internet desa, antara lain:
Berau: 58 desa terpasang dari total 100 desa
Kutai Barat: 64 desa dari 190 desa
Kutai Kartanegara: 117 desa dari 193 desa
Kutai Timur: 85 desa dari 139 desa
Mahakam Ulu: 4 desa dari 50 desa
Paser: 90 desa dari 139 desa
Penajam Paser Utara: 23 desa dari 30 desa
Meski masih ada desa-desa yang belum terjangkau, Faisal optimis target 100 persen akan tercapai. Saat ini, setiap minggunya pemasangan internet bisa menjangkau sekitar 25-30 desa baru.
“Program ini kami mulai launching pada 21 April lalu, dan dalam waktu tiga setengah bulan saja sudah mencapai 441 desa. Kami yakin target pemasangan di seluruh desa dapat terealisasi dalam dua tahun ke depan,” tutur Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian titik-titik pemasangan untuk memastikan pemerataan akses internet, termasuk menambah titik akses di sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya.
“Kami berharap dengan tersedianya internet gratis di desa, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempercepat pelayanan administrasi desa,” pungkasnya.
Reporter : Yani | Editor : Wong
Comments are closed.