BeritaKaltim.Co

SIMFONI PPA Jadi Senjata Baru Balikpapan Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan

BERITAKALTIM.CO-Kota Balikpapan terus memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Salah satunya melalui penerapan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) yang kini mulai diperkenalkan secara lebih mendalam kepada para pemangku kepentingan.

Hal ini terwujud dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) dengan aplikasi SIMFONI PPA, yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Kamis (18/9/2025) di Hotel Horison Ultima Bandara.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB, Umar Adi, menjelaskan bahwa aplikasi SIMFONI PPA bukan sekadar sistem pencatatan, melainkan sarana untuk memastikan setiap kasus kekerasan tertangani secara komprehensif.

“Dengan SIMFONI PPA, tren kasus bisa dipantau, penanganan bisa lebih cepat, dan laporan bisa tersusun jelas sesuai kondisi nyata. Ini bentuk komitmen bersama agar korban benar-benar mendapatkan pendampingan dan perlindungan,” ungkapnya pada hari Jumat, 19 September 2025.

Pelatihan ini menghadirkan Mahardhika Aria Dwi Pamungkas, S.Tr.Sos, fasilitator nasional SIMFONI PPA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Peserta tidak hanya diajarkan teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga cara membaca kasus dari sudut pandang hukum hingga komunikasi efektif dalam mendampingi korban.

Umar menambahkan, meningkatnya aduan kasus di Balikpapan, baik berupa kekerasan fisik maupun seksual, menunjukkan bahwa masyarakat semakin berani bersuara. Hal itu, menurutnya, menjadi momentum penting bagi pemerintah dan mitra perlindungan perempuan untuk memperkuat sinergi.

“Kasus memang meningkat, tapi itu pertanda baik karena masyarakat tidak lagi diam. Dengan adanya SIMFONI PPA, setiap laporan bisa terpantau dari tingkat kota hingga pusat, sehingga penanganan tidak terputus di tengah jalan,” jelasnya.

DP3AKB Balikpapan pun menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk aktivis perlindungan perempuan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat, agar korban mendapatkan keadilan dan dukungan penuh. #

Reporter: Niken | Editor: Wong | Adv

Comments are closed.