BeritaKaltim.Co

PBVSI Kaltim Resmi Dilantik, Wagub Seno Aji Harap Voli Jadi Lumbung Medali Daerah

BERITAKALTIM.CO — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, secara resmi menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kalimantan Timur masa bakti 2023–2027, Di Hotel Mercure, Jalan Mulawarman, Samarinda, Sabtu (20/9/2025) malam.

Ia menyampaikan harapannya agar olahraga voli di Bumi Etam mampu menjadi salah satu cabang penyumbang medali pada ajang olahraga tingkat nasional.

“Olahraga bola voli bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang membangun sportivitas, kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan karakter masyarakat Kaltim, dan harus terus kita kembangkan,” ujar Seno Aji.

Menurutnya, pelantikan kepengurusan baru PBVSI Kaltim menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan.

“Dengan adanya pengurus baru, kami berharap PBVSI Kaltim mampu menyusun program kerja yang terarah, mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga penyelenggaraan kompetisi yang konsisten di tingkat daerah,” katanya.

Seno Aji menegaskan bahwa Kaltim tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pentas nasional. Ia ingin daerah ini dikenal sebagai salah satu lumbung atlet potensial, baik di nomor voli indoor maupun voli pantai.

“Memang kami melihat progresnya cukup bagus. Di PON Papua, kita belum mendapatkan kesempatan. Tapi di PON Aceh, Kaltim sudah bisa berbicara di tingkat regional, meskipun belum menyumbang medali. Kita harap di PON mendatang di NTB, kita bisa mempersembahkan medali,” jelasnya.

Ketua PBVSI Kaltim, Ekti Imanuel, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk membawa PBVSI lebih profesional dan progresif. Ia menyadari masih banyak kekurangan di masa lalu yang harus segera dibenahi, terutama dalam sistem pembinaan dan regenerasi atlet.

“Kami memohon maaf apabila selama proses peralihan kepengurusan masih banyak kekurangan. Tapi ke depan, kami berkomitmen membenahi organisasi, terutama dari sisi pelatihan, kejuaraan antar-usia, dan peningkatan kualitas SDM di semua lini,” ujar Ekti.

Ia menjelaskan bahwa PBVSI Kaltim akan mengintensifkan pelatihan pelatih dan wasit bersertifikasi nasional.

Saat ini, PBVSI Kaltim telah memiliki wasit bersertifikasi Nasional A sebanyak dua orang, Nasional B dua orang, dan Nasional C dua orang. Untuk pelatih, tercatat dua orang telah memiliki lisensi nasional.

“Setiap tahun kita akan adakan pelatihan dan upgrade lisensi. Ini penting supaya pembinaan berjalan dengan standar yang sama di seluruh kabupaten dan kota,” tambahnya.

Ekti juga menyoroti perkembangan voli pantai, yang dinilai memiliki potensi besar di Kalimantan Timur, mengingat daerah ini memiliki garis pantai yang luas.

“Voli pantai kini menjadi salah satu cabang yang menunjukkan prestasi meningkat. Kami terus menjalin komunikasi untuk meningkatkan frekuensi kejuaraan dan pembinaan atlet voli pantai, termasuk memanfaatkan potensi pantai di Balikpapan dan Bontang,” katanya.

Lebih lanjut, Ekti mengungkapkan rasa syukurnya karena tim voli Kaltim telah memastikan lolos ke PON 2025 yang akan digelar di NTB dan NTT.

Meski belum mencapai podium pada PON sebelumnya, PBVSI menargetkan hasil lebih baik di perhelatan mendatang.

“Kita bersyukur sudah lolos PON. Ini hasil dari kerja keras semua pihak. Sekarang fokus kita adalah bagaimana bisa berbicara lebih di PON NTB nanti. Targetnya jelas, kita ingin pulang membawa medali,” ujarnya.

PBVSI Kaltim juga menyampaikan apresiasi kepada PBVSI Pusat yang telah memberikan kuota khusus kepada tim Kalimantan, yang sebelumnya harus bersaing di zona Jawa.

“Dulu Kalimantan gabung seleksi di Jawa, dan itu sangat berat. Tapi sekarang kita dapat kuota khusus regional Kalimantan. Ini sangat kami syukuri, dan jadi motivasi tambahan bagi kami,” tuturnya.

Bidang organisasi PBVSI Kaltim juga akan segera melakukan pendataan dan pelatihan kepada seluruh pengurus cabang di kabupaten dan kota. Seluruh pengurus wajib menjalani pelatihan organisasi dan administrasi sesuai standar PBVSI pusat.

“Kita harus profesional. Semua perangkat organisasi harus tahu tugasnya dan menjalankan proses sesuai aturan. Ini penting agar proses pembinaan berjalan efisien dan terstruktur,” jelasnya.

Ekti menegaskan bahwa PBVSI Kaltim akan terus mendorong kabupaten/kota untuk menyelenggarakan kejuaraan antar kelompok umur, yakni U-16 dan U-19, sebagai bagian dari pencarian bibit atlet daerah.

“Kita sudah kirim beberapa tim ke kejuaraan nasional kelompok umur. Hasilnya cukup membanggakan, tapi tentu kita tidak berhenti di sana. Pembinaan harus dilakukan terus-menerus,” pungkasnya.

Reporter : Yani | Editor : Wong

Comments are closed.