BeritaKaltim.Co

Wagub Seno Aji Ajak Generasi Muda Menjaga Api Demokrasi di Bumi Etam

BERITAKALTIM.CO  — Malam itu, langit di Pendopo Kantor Bupati Kutai Kartanegara tampak cerah. Di bawah cahaya lampu taman yang lembut, ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur duduk khidmat, menyimak pesan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dalam acara Pelantikan Pengurus Koordinator Cabang PMII Kaltim masa khidmat 2025–2027, Sabtu malam (4/10/2025).

“Sebagai partner strategis pemerintah, mari bersama membangun Kalimantan Timur menjadi lebih baik lagi,” kata Seno Aji. Suaranya mantap, tapi penuh kehangatan. Ia berbicara bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai sosok yang memahami pentingnya peran mahasiswa dalam menyalakan api demokrasi di daerah yang dikenal sebagai Benua Etam ini.

Seno Aji menegaskan bahwa pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud (Harum) terbuka terhadap kritik membangun dari mahasiswa. “Kritik itu penting agar pemerintah tetap berjalan di rel yang benar,” ujarnya. Namun, ia juga mengingatkan agar kritik disampaikan berdasarkan data dan fakta, bukan emosi atau berita bohong (hoaks).

“Kalian adalah partner strategis pemerintah, kontrol politik pemerintah. Jangan mudah terhasut berita hoaks. Kritis boleh, tapi harus dengan niat membangun,” tegasnya di depan para aktivis muda.

Tema acara, “Menatap Era Baru Menuju Generasi Emas,” terasa pas dengan suasana. Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berdampingan dengan Kalimantan Timur, para mahasiswa PMII diingatkan akan tanggung jawab moral mereka untuk menjadi penjaga nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial.

Namun, di balik semangat itu, realitas demokrasi di Kalimantan Timur masih menyisakan pekerjaan rumah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kalimantan Timur tercatat sebesar 75,62 poin, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 76,45 poin. Penurunan terjadi pada aspek kebebasan sipil dan partisipasi politik masyarakat. Meski begitu, skor tersebut tetap menempatkan Kaltim dalam kategori “sedang”, menunjukkan fondasi demokrasi yang cukup stabil namun perlu penguatan dalam keterlibatan publik dan ruang kritik.

Sementara itu, dalam Laporan Indeks Kemerdekaan Pers 2024 yang dirilis Dewan Pers, Kalimantan Timur memperoleh skor 78,3 poin — termasuk kategori “cukup bebas”. Skor ini menandakan bahwa jurnalis dan media di Kaltim relatif dapat bekerja tanpa tekanan besar, meski tantangan tetap ada, terutama dalam peliputan isu-isu sensitif seperti tambang, lingkungan, dan kebijakan publik di wilayah IKN.

Kehadiran mahasiswa, bagi Seno Aji, menjadi salah satu kunci menjaga agar ruang demokrasi dan kebebasan pers tetap hidup. “Mahasiswa harus menjadi penyeimbang, bukan penghambat. Kalian adalah generasi yang bisa membawa perubahan, baik di politik maupun dunia usaha,” katanya disambut tepuk tangan hangat peserta.

Salah satu peserta, Nurul Lestari (22), mahasiswi Universitas Mulawarman yang juga pengurus baru PMII, mengaku terinspirasi dengan pesan Wagub.

“Kami ingin kritik kami didengar, tapi juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bisa berkontribusi nyata. Kami tidak ingin hanya berteriak di jalan, tapi juga hadir dalam solusi,” ujarnya penuh semangat.

Di akhir acara, lagu Syubbanul Wathan bergema, menutup malam dengan rasa haru dan optimisme. Dari wajah-wajah muda di pendopo itu, tampak jelas harapan baru bagi Kalimantan Timur — daerah yang sedang menapaki peran besar sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara, sekaligus rumah bagi demokrasi yang sedang tumbuh.

Editor: Wong

Comments are closed.