BERITAKALTIM.CO-Di era serba cepat dan penuh tantangan, orangtua dituntut lebih adaptif dalam memahami kebutuhan tumbuh kembang anak.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Umar Adi, menegaskan pentingnya penerapan pola asuh positif serta pendidikan seksual sejak dini sebagai pondasi utama pembentukan karakter anak.
Menurutnya, banyak orangtua masih menerapkan pola asuh lama yang diwariskan dari generasi sebelumnya tanpa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Padahal, pola asuh yang dulu dianggap berhasil belum tentu relevan untuk generasi anak masa kini.
“Kesuksesan anak tidak hanya diukur dari pencapaian akademik atau karier, tetapi juga dari kesehatan fisik dan mentalnya,” ujar Umar Adi, Jumat, 10 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pola asuh ideal bukan berasal dari orangtua yang sempurna, melainkan dari sosok yang mau terus belajar, berbenah, dan mampu mengelola emosi saat menghadapi perilaku anak.
Umar memaparkan empat jenis pola asuh yang umum diterapkan, yakni Otoriter, dengan tuntutan tinggi dan komunikasi satu arah. Permisif, dengan kebebasan tanpa batas dan minim aturan. Mengabaikan, di mana orangtua cenderung tidak memberikan perhatian atau batasan.Demokratis, dengan aturan jelas, komunikasi dua arah, dan dukungan terhadap kemandirian anak.
Dari keempatnya, pola asuh demokratis dinilai paling ideal karena menyeimbangkan antara kasih sayang, disiplin, dan kebebasan anak untuk berkembang.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran aktif orangtua dalam mendampingi anak melalui komunikasi yang jujur, mendengarkan dengan empati, serta menanamkan tanggung jawab tanpa ancaman atau hukuman.
“Ketika anak tantrum, kelola dulu emosi orangtua. Baru ajarkan anak cara mengelola emosinya. Anak belajar bukan dari kata-kata, tapi dari teladan,” tambahnya.
Umar pun membagikan sejumlah tips pengasuhan minim trauma, antara lain
melatih anak bertanggung jawab, membiasakan ucapan maaf dan terima kasih, memberikan pujian tulus, tidak memberi label negatif, serta menciptakan suasana rumah yang nyaman dan mindful.
Ia berharap, para orangtua di Balikpapan semakin sadar bahwa pengasuhan yang sehat, adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak dan masyarakat. “Kuncinya adalah kesadaran dan konsistensi. Fokuslah pada hal yang bisa dikendalikan oleh orangtua, bukan memaksakan kehendak kepada anak,” pungkas Umar.
Niken | Wong | Adv
Comments are closed.